Kemarin Ramai Isu KLB PSSI sampai Autopsi Jenazah Korban Tragedi Kanjuruhan

Sejumlah peristiwa ramai menjadi perhatian publik di kawasan Malang Raya dan sekitarnya, Senin (30/10/2022).

Muhammad Taufiq
Selasa, 01 November 2022 | 07:46 WIB
Kemarin Ramai Isu KLB PSSI sampai Autopsi Jenazah Korban Tragedi Kanjuruhan
Ilustrasi KLB PSSI. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/hp.

Menurut keterangan Imam Hidayat, kuasa hukum Devi Athok, autopsi dilakukan setelah pihak keluarga menyatakan bersedia untuk dilakukan autopsi. "Pelaksanaan dilakukan pada 5 November 2022, kurang lebih pukul 09.00 WIB, ini harus dikawal," kata Imam di Kota Malang, Senin (31/10/2022).

Iman menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya selaku kuasa hukum korban akan dipanggil Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur terkait dengan rencana pelaksanaan autopsi terhadap dua jenazah berinisial N dan N.

3. Jalanan di Blitar ditanami pisang

Jalan raya sepanjang 8 kilometer yang terdapat di Desa Ngembul, Kecamatan Binangun, Blitar rusak akibat sering dilintasi truk tebu. Akses jalan rusak yang terjadi sudah lama itu ditanami sejumlah pohon pisang sebagai aksi protes ke Pemkab Blitar.

Baca Juga:Lapor FIFA, KLB PSSI akan Digelar 18 Maret 2023

Dari pernyataan warga, jalan sepanjang 8 kilometer itu melintasi 3 desa sekaligus. Pertama Desa Ngembul, Desa Rejoso dan Desa Jajakan.

"Ini bentuk Protes kita setelah jalan desa ini tidak kunjung diperbaiki, total panjang jalan rusak ini bahkan mencapai 8 Kilometer," kata Suwan, perwakilan warga dikutip dari Beritajatim.com jaringan Suara.com, Senin (31/10/2022).

Suwan melanjutkan, kerusakan akses jalan warga ini diduga karena truk-truk bermuatan tebu dan gula menuju pabrik tebu yang ada di Desa Rejoso, Binangun, Blitar. Kerapnya truk yang melintas di lokasi tersebut berdampak pada jalanan berlubang dan berdebu.

4. Kabar baru dari Elon Musk

Pemilik baru Twitter, Elon Musk membantah kabar yang mengatakan kalau dirinya memecat karyawan Twitter beberapa waktu lalu.

Baca Juga:PSSI Resmi Lapor ke FIFA: KLB Akan Dihelat 18 Maret 2023

Bos Tesla itu mengatakan, pemberitaan sejumlah media terkait kabar Ia memecat karyawan sebelum 1 November untuk mencegah pemberian hibah saham tidak benar.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini