"Demi Allah nggak ada settingan apa-apa dan saya bukan suruhan siapa-siapa. Mohon maaf yang sebesar-besarnya mbak Eka ya," tambahnya.
Seperti diketahui, sebuah rekaman perempuan yang mengatasnamakan dirinya sebagai bakul dawet sempat beredar di media sosial.
Dalam rekaman itu, Ia menyebut bahwa gas air mata bukan jadi penyebab utama banyak korban meninggal dalam tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan nyawa melayang itu.
Ia juga mengatakan jika banyaknya kematian dalam tragedi Kanjuruhan disebabkan oleh aksi desak-desakan Aremania.
"Kalau gas air mata gak terlalu, tapi karena uyel-uyelan dan desak-desakannya itu," kata ibu yang mengaku penjual dawet dalam rekaman tersebut.
Unggahan tersebut pun ramai komentar dari warganet.
"gak penting minta maafnya. Yang penting itu kudu ngerti siapa yang nyuruh dia sampai ngomong kayak di rekaman itu," ujar yogi***
"gini ini kalau dicampur sama politik, malah memperkeruh suasana," kata yeremi***
"gak punya attitude kok jadi wakil rakyat," komen adin***
"wakil rakyat kok kayak gini," imbuh ridwan***