Gelar Doa Bersama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan, Ratusan Mahasiswa di Banyuwangi Tuntut Kapolda Jatim Agar Dicopot

mereka ingin setiap apapun yang telah terjadi di Kanjuruhan ada yang bertanggung jawab secara terbuka.

Galih Priatmojo
Kamis, 06 Oktober 2022 | 14:35 WIB
Gelar Doa Bersama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan, Ratusan Mahasiswa di Banyuwangi Tuntut Kapolda Jatim Agar Dicopot
Mahasiswa menggelar doa bersama di halaman kampus Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi [Suara.com/Achmad Hafid Nurhabibi].

SuaraMalang.id - Ratusan mahasiswa di Banyuwangi, Jawa Timur duduk melingkar di halaman kampus Universitas 17 Agustus 1945 sembari menyalakan lilin dan menabur ratusan bunga pada syal suporter aremania, Rabu malam (6/10/2022).

Mereka bersama menyatukan rasa duka sekaligus mengingat betapa mendalam rasa sedih yang ada di benak insan sepak bola tanah air atas insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang usai laga antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya, 1 Oktober 2022 lalu.

Ratusan suporter berguguran yang disinyalir imbas semprotan gas air mata oleh aparat keamanan. 

"Sebagai sesama masyarakat Indonesia, kami turut berduka cita, sejenak kami menundukkan kepala memanjatkan doa untuk arwah para suporter yang telah gugur," kata Perwakilan mahasiswa, Andri Hidayat.

Baca Juga:2 Orang Tentara Luka-luka Terkena Batu Saat Mahasiswa Unimed Bentrok, Polisi: Mereka Sedang Olahraga

Rapat seakan tanpa sekat, mereka duduk beriringan dan melingkar, sebagai simbol jika mereka mencoba menyampaikan pesan solidaritas sekaligus dukungan kepada aremania yang tengah berupaya mengusut siapa dalang dibalik Tragedi mengerikan itu. Secara penuh mahasiswa Banyuwangi mendukung gerakan tersebut.

"Selanjutnya kami mendukung penuh sikap Aremania yang membentuk tim khusus untuk mengusut tuntas tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang," ujarnya.

Seakan tak mau terlewatkan. Para mahasiswa juga menyinggung terhadap aparat keamanan di lokasi kejadian. Hal ini menurut mereka juga harus diselesaikan dari tingkatan ke tingkatan. Jika kemarin Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat telah resmi dicopot, mereka juga meminta Kapolda Jatim, Irjen Nico Afinta juga ikut digeser posisinya. 

"Kami mendesak Kapolri untuk mencopot Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta sebagai buntut tragedi Kanjuruhan," tegas Andri.

Mereka meminta Kapolda Jatim Agar dicopot juga bukan tanpa sebab, mereka ingin setiap apapun yang telah terjadi di Kanjuruhan ada yang bertanggung jawab secara terbuka. Penyemprotan gas air mata itu dilakukan oleh petugas keamanan di lapangan, menurut Andri tak mungkin mereka bertindak tanpa instruksi dari atasan.

Baca Juga:Anggota Polres Halmahera Utara Diduga Siksa Mahasiswa, Diseret, Diancam Dibunuh hingga Minta Maaf ke Anjing

"Kami berharap tragedi serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Dan seluruh suporter bisa bergandengan tangan saling menjaga kedamaian," tutup Andri.

Kontributor : Achmad Hafid Nurhabibi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak