SuaraMalang.id - Federasi KontraS menilai Aremania harus dilibatkan dalam Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan.
Namun, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menampiknya.
Menpora Zainudin Amali mengatakan, Aremania tidak bisa masuk atau tergabung dalam TGIPF yang diketahui Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD tersebut.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Federasi KontraS Andy Arif mengatakan, pemerintah harus melibatkan Aremania selaku korban dalam jajaran TGIPF Tragedi Kanjuruhan.
"Suara korban harus didengar. Kami mendesak ada tim independen melibatkan Aremania melakukan verifikasi bersama-sama," katanya.
Merespons itu, Menpora Zainudin Amali mengatakan.
"Ya kan tidak bisa dong, itu kan tim independen, Aremania adalah bagian kan, jadi ini harus benar-benar independen yang tidak terafiliasi dengan pihak manapun," ujarnya ditemui di Rumah Sakit Saiful Anwar, Kota Malang, Selasa (4/10/2022).
"Pasti mendengar suara korban, pasti tim akan datang ke berbagai pihak. Tidak hanya satu pihak," ujarnya.
Ditanya apakah sudah ada hasil sementara penelusuran tim pencari fakta, Menpora Zainudin Amali menyatakan belum.
"Belum, tim dibentuk kemarin dan diumumkan tadi malam dan pak Menko Polhukam menyampaikan saya sebagai wakil ketua, makanya saya harus kembali ke Jakarta (hari ini) karena ada rapat pertama dari tim pencari fakta," ujarnya.