"Kita masih akan menyusun kerangka kerjanya dulu, tapi yang pasti arahan bapak presiden harus yang secepatnya," katanya menambahkan.
Update korban tewas dan luka
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memastikan jumlah korban meninggal tragedi Kanjuruhan sejumlah 131 orang. Angka tersebut berasal dari posko postmortem crisis center per Selasa (4/10/2022).
Penanggungjawab Data, Zulham Akhmad Mubarrok mengatakan, sampai Selasa (4/10/2022) siang, data korban meninggal mencapai 131 jiwa.
"131 sampai siang ini. Ganti nama, ganti identitas saja, keluar masuk datanya," ujarnya saat dikonfirmasi SuaraMalang.id.
Sementara itu, untuk korban luka di RSUD Saiful Anwar saat ini ada 30 pasien yang masih dirawat. Dari jumlah itu, sebanyak 7 korban masih berada di ruang ICU (intensive care unit).
Hal ini dijelaskan Plt Direktur RSSA Malang dr Kohar Santoso. Dari total korban itu dibagi menjadi dua: ada yang di ruang ICU dan ruang High Care.
Ia melanjutkan, sebanyak 30 pasien tersebut dalam kondisi luka sedang hingga berat. Pasien berat dirawat di ruang ICU dengan perawatan pemasangan alat bantu napas, dan segala macam.
"Kenapa dirawatinapkan karena kita berikan pengobatan dan observasi. Khawatir ada kondisi perburukan dan lain sebagainya. Itu mesti ditangani lebih jauh," katanya dikutip dari TIMESIndonesia, jejaring media suara.com, Selasa (4/10/2022).
Kondisi pasien di ruang ICU kata dr Kohar dipenuhi oleh pasien yang mengalami kesadaran menurun, sesak di dada, dan beberapa patah tulang.