Tak Pernah Dapat Bantuan, Bertahun-tahun ODGJ di Jember Ini Tak Punya NIK KTP

Malang nian nasib Saenal (40), orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) asal Desa Sukokerto, Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember Jawa Timur ( Jatim ).

Muhammad Taufiq
Kamis, 22 September 2022 | 14:44 WIB
Tak Pernah Dapat Bantuan, Bertahun-tahun ODGJ di Jember Ini Tak Punya NIK KTP
Camat setempat bersama Saenal di rumahnya [Foto: Beritajatim]

SuaraMalang.id - Malang nian nasib Saenal (40), orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) asal Desa Sukokerto, Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember Jawa Timur ( Jatim ).

Selama bertahun-tahun Ia tidak bisa menerima bantuan dari pemerintah, termasuk biaya perawatan kesehatan lantara selama hidupnya tidak pernah punya NIK KTP.

Padahal dulu, Saenal ini bisa dibilang aktif. Ia dulu pernah mengikuti kegiatan drumband. Demikian disampaikan Totok Sugiharto, warga sekitar.

Saenal selama ini tinggal bersama ayahnya Sapik (67) dan ibunya Kus (62) di Dusun Krajan. Dua anak Sapik dan Kus lainnya sudah berkeluarga.

Baca Juga:Seorang Perempuan Diduga ODGJ Tusuk Penumpang Angkot di Sumedang, Dua Korban Alami Luka Serius

Selama ini, dua anak Sapik dan Kus yang normal itu menanggung biaya hidup kedua orangtua dan saudaranya si Saenal. Selama kurang lebih 24 tahun Saenal mengalami gangguang jiwa.

"Entah kenapa setelah itu mengalami gangguan seperti kesurupan dan dicarikan pengobatan ke dukun alternatif masih belum berhasil," katanya dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Kamis (22/09/2022).

Sebelum pandemi Covid-19 merebak, Saenal dirawat penanggung jawab kesehatan jiwa Kecamatan Sukowono. Obat dibeli dengan meminjam NIK orang lain karena Saenal tak memiliki NIK.

"Tapi (petugas) tidak berani lagi melakukan karena takut ada kesalahan. Akhirnya Pak Saenal tidak bisa menebus obat," kata Camat Sukowono Lingga Diputra, ditulis Kamis (22/9/2022).

Kendati tidak memiliki NIK, Saenal ternyata sempat memiliki KIS (Kartu Indonesia Sejahtera).

Baca Juga:Viral ODGJ Asyik Neduh Nonton Orang Joged Sambil Mandi Hujan, Warganet Bingung Siapa yang Waras

"Kolom NIK di KIS itu diberi tanda setrip," kata Lingga.

News

Terkini

"Saya tidak percaya saya tidak digaji untuk ini," kata Meghan, berdasarkan buku tersebut.

News | 14:31 WIB

tabloid berisi prestasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tersebar di sejumlah masjid di Malang

News | 14:11 WIB

Khofifah menyebut, sebagai upaya pencegahan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan, hal paling krusial yang harus dipahami sekolah adalah bentuk kekerasan serta dampaknya.

News | 11:55 WIB

Empat orang tewas dalam kecelakaan maut sebuah truk tangki BBM di simpang tiga lampu merah Sukowidi Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Banyuwangi.

News | 11:00 WIB

Palet warna yang dipakai terdiri dari hitam, putih, perak berkilau dengan sentuhan motif leopard.

News | 10:36 WIB

Kecelakaan beruntun lima kendaraan di Tol Malang - Pandaan ternyata menewaskan satu orang. Kecelakaan ini terjadi di kilometer 76 di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur.

News | 10:16 WIB

Malang nian dialami Dinda Afifahsari (21), warga Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo. Ia tewas dalam kecelakaan tungal di Jalan Malang-Surabaya, Minggu (25/09/2022).

News | 09:30 WIB

Masyarakat perlu cukup beristirahat, rutin berolahraga, dan memastikan mengelola stres dengan baik.

News | 09:28 WIB

Lima kendaraan terlibat kecelakaan beruntun di ruas Jalan Tol Malang-Pandaan KM-77, Minggu (25/9/2022) petang.

News | 08:59 WIB

Pencarian akan difokuskan di sekitar Petilasan Brawijaya.

News | 08:33 WIB

Viral rumah warga retak-retak gegara sound system karnavalan mewarnai pemberitaan kemarin, Minggu (25/09/2022).

News | 08:32 WIB

Masyarakat Kabupaten Lumajang, Jawa Timur tak sedikit yang menggandrungi karnaval yang menggunakan Sound System.

News | 19:49 WIB

Kecelakaan maut terjadi di lampu merah Sukowidi, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (25/9/2022) sekitar pukul 12.00 WIB.

News | 19:32 WIB

Selain itu, Hasto juga membantah bahwa alat kontrasepsi dapat mempengaruhi gairah seksual seseorang.

News | 18:58 WIB
Tampilkan lebih banyak