SuaraMalang.id - Konflik horizontal antar warga dua desa yang masing-masing masuk wilayah Banyuwangi dan Jember masih memanas sampai sekarang.
Polda Jatim telah menurunkan Brimob ke lokasi kejadian untuk mengamankan situasi. Kepolisian juga memperketat penjagaan di perbatasan Jember-Banyuwangi ini.
Sebelumnya, terjadi penyerangan terhadap warga Desa Mulyorejo Jember hingga menyebabkan 4 rumah, 3 mobil, dan 20 sepeda motor milik warga dibakar.
Penyerangan ini dilakukan puluhan orang tidak dikenal. Diduga, para penyerang ini berasal dari salah satu desa di Banyuwangi.
Baca Juga:Penyerangan Terhadap Perkampungan Warga Mulyorejo Jember Dipicu Konflik Antar Warga
Jumlah personel Brimob yang diturunkan oleh Polda Jatim sebanyak 60 orang. Demikian disampaikan Kabag Ops Polres Jember Kompol M Toha.
"Kami mendapat bantuan personel sebanyak 60 anggota Brimob Polda Jatim di lokasi terjadinya pembakaran beberapa rumah warga di Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo," katanya dikutip dari Antara, Jumat (05/08/2022).
Selain itu, ujar dia, puluhan personel dari Polres Banyuwangi juga disiagakan membantu pengamanan di perbatasan Jember-Banyuwangi yakni di Kecamatan Kalibaru.
"Selain itu, Tim Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim juga membantu Polres Jember dalam upaya penindakan," katanya.
Kasi Humas Polres Jember Iptu Brisan Imanulla mengatakan pihak Polres Jember mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan memerintahkan anggota reskrim untuk melakukan penyelidikan dan sabhara untuk melakukan pengamanan dengan mendirikan posko pengamanan.
Baca Juga:Siapa dan Mengapa Kelompok Orang Tak Dikenal Menyerang Desa Mulyorejo Belum Terungkap
"Kejadian pembakaran rumah dan kendaraan berada di dua pedukuhan yaitu Dukuh Patung Rejo dan Dukuh Dampekrejo, di Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo," katanya lagi.
- 1
- 2