Penyerangan Terhadap Perkampungan Warga Mulyorejo Jember Dipicu Konflik Antar Warga

Warga Mulyorejo Kecamatan Silo Kabupaten Banyuwangi sedang resah dengan teror penyerangan sejumlah orang tidak dikenal.

Muhammad Taufiq
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 17:18 WIB
Penyerangan Terhadap Perkampungan Warga Mulyorejo Jember Dipicu Konflik Antar Warga
Anggota DPRD Tabroni mendatangi salah satu permukiman warga di Jember [Foto: Beritajatim]

Apa penyebab penyerangan dan pembakaran? "Ini konflik antarwarga dalam pedukuhan tersebut, tapi memanggil bantuan warga di luar desa, bahkan di luar kabupaten," ujarnya.

"Informasinya (massa berasal) dari Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi. Konflik tidak tuntas, malah memanggil warga luar Jember. Jadi gesekan antarwarga. Itu dugaan saya. Polisi yang harus memastikannya," kata Tabroni.

"Informasi banyak beredar. Tapi awalnya sih ada truk yang hendak mengangkut kayu atas perintah warga, tapi (jalan) diportal oleh tokoh masyarakat di sana. Lalu dibuka paksa oleh (pengemudi) truk pengangkut tersebut. Portal tersebut rusak," kata Tabroni.

Tokoh masyarakat di sana lalu mendatangi truk warga tersebut. Lalu terjadi kesalahpahaman di antara mereka sehingga terjadi pemukulan oleh warga terhadap tokoh masyarakat.

Baca Juga:Mulyorejo Jember Mencekam, Polisi Kerahkan Puluhan Pasukannya Jaga Keamanan

"Tapi pelaku sudah ditangkap polisi. Situasi tidak terkendali, karena warga yang dibacok tadi melapor kepada saudaranya di Kalibaru," kata Tabroni.

Desa Mulyorejo terhitung luas. Jarak antar dusun cukup jauh. Jarak antara pusat kota Jember dengan Baban Timur, menurut Google Map, sekitar 42 kilometer melalui jalan nasional, dan butuh waktu tempuh 1 jam 19 menit.

Antara balai desa dengan lokasi kejadian pembakaran sekitar 20 kilometer. Pemerintah desa tidak bisa maksimal. Medannya luar biasa sulit. "Kalau hujan, jalan tidak bisa dilewati sama sekali," kata Tabroni.

"Ketika aparat (polisi) ada di sana, tidak ada pembakaran. Tapi ketika mereka yakin tidak ada aparat, mereka akan mengulanginya. Kalau bisa berulang, ini sangat berbahaya karena situasinya tidak ada pemerintah yang hadir di sana," kata Tabroni.

Baca Juga:Malam Mencekam, Warga Mulyorejo Jember Ketakutan Jadi Sasaran Amuk Massa Tak Dikenal Lagi

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini