Jika Terus-terusan Diguyur Abu Gunung Raung, Tembakau Petani Jember Bisa Layu

Para petani tembakau di Jember Jawa Timur ( Jatim ) berharap peristiwa 2015 lalu--ketika Gunung Raung meletus--tidak kembali terulang tahun ini.

Muhammad Taufiq
Jum'at, 29 Juli 2022 | 08:04 WIB
Jika Terus-terusan Diguyur Abu Gunung Raung, Tembakau Petani Jember Bisa Layu
Gunung Raung meletus [Foto: Beritajatim]

SuaraMalang.id - Para petani tembakau di Jember Jawa Timur ( Jatim ) berharap peristiwa 2015 lalu--ketika Gunung Raung meletus--tidak kembali terulang tahun ini.

Waktu itu, Gunung Raung meletus dan terus-terusan menyemburkan abu vulkanik. Akibatnya, tanaman tembakau para petani rusak dan layu sehingga para petani menjadi rugi.

Kemarin, Rabu (27/07/2022), salah satu gunung berapi aktif di Jawa Timur tersebut kembali erupsi. Erupsi terjadi pada sore hari, dan aktivitas gempa akibat letusan tercatat sampai empat kali.

Raung juga menyemburkan abu vulkanik hingga 1500 meter di atas kawah. Abu juga mengguyur dua wilayah kecamatan di Jember. Selain permukiman penduduk, abu juga mengguyur persawahan yang kini ditanami tembakau oleh petani.

Baca Juga:Erupsi Gunung Raung, BPBD dan PMI Jember Bagikan Masker

"Abu itu terlihat jelas pada tembakau di belakang rumah, walau tidak tebal. Tapi itu mengkhawatirkan," kata Totok Sugiarto, petani Desa Sukokerto Kecamatan Sukowono, dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Kamis (28/7/2022).

"Saya berharap tidak terjadi seperti beberapa tahun lalu, banyak petani merugi akibat erupsi Gunung Raung," kata petani yang tinggal 10 kilo meter dari Gunung Raung tersebut.

Totok membudidayakan tembakau di atas lahan seluas 200 meter persegi. Akibat guyuran abu itu, Totok pun membersihkan abu dari tanaman-tanaman tembakaunya.

"Abu vulkanik bisa merusak. Itu kalau terjadi erupsi Raung terus-menerus. Daun bisa layu. Itu pengalaman beberapa tahun lalu. Abu vulkanik ini kan tajam. Jadi bukan hanya membahayakn tanaman, tapi juga manusia," katanya.

Totok pun memutuskan untuk membersihkan abu vulkanik dari daun tembakau miliknya dengan cara menyemprotkan air. Ia tak ingin panen tembakau terganggu.

Baca Juga:Pendaki dan Warga Dilarang Mendekati Serta Berkemah di Kaldera Sekitar Kawah Gunung Raung

"Insya Allah minggu depan sudah ada beberapa yang bisa diambil. Panan tembakau bertahap. Tak hanya sekali, tapi berkali-kali," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini