facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ibadah Haji Tahun Ini Istimewa Sebab Bergelar Haji Akbar, Begini Maksudnya...

Muhammad Taufiq Sabtu, 02 Juli 2022 | 17:33 WIB

Ibadah Haji Tahun Ini Istimewa Sebab Bergelar Haji Akbar, Begini Maksudnya...
Ilustrasi haji, tawaf, ibadah haji 2022. (Pixabay/konefi)

Saat umat Islam sedang menjalankan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah bagi yang memapu pergi ke sana. Namun ada yang istimewa dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

SuaraMalang.id - Saat umat Islam sedang menjalankan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah bagi yang memapu pergi ke sana. Namun ada yang istimewa dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Sebab, haji 2022 ini akan bergelar haji akbar. Hal ini dikarenakan puncak haji 2022 saat wukuf di Arafah 9 Dzulhijjah atau 8 Juli 2022 bertepatan dengan hari Jumat. Tanggal wukuf ini telah ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Penetapan tanggal ini berbeda satu hari dibandingkan pemerintah Indonesia. Berdasarkan sidang Isbat pada Rabu (29/6/2022), ditetapkan 1 Dzulhijjah yakni pada 1 Juli 2022. Dengan demikian, Idul Adha 1443 H jatuh pada Minggu, 10 Juli 2022 atau 10 Dzulhijjah.

Konsultan Pembimbing Ibadah Daerah Kerja (Daker) Makkah, Aswadi mengatakan, para jamaah haji bisa memanfaatkan momentum wukuf di Arafah pada hari Jumat dengan menanamkan rasa kebaikan.

Baca Juga: Satu Juta muslim Diperkirakan Hadiri Musim Haji, Ribuan Peziarah Sudah Sampai di Mekkah

"Kan ada khutbah wukuf itu dimanfaatkan untuk konsentrasi, menanamkan kebulatan tekad supaya kita benar-benar bisa meninggalkan hal-hal yang buruk dan bisa menumbuhkembangkan nilai-nilai kebaikan yang tumbuh dalam lubuk hati dan bahkan bisa melestarikan," kata Aswadi kepada Media Center Haji (MCH) di Kantor Daker Makkah, Sabtu (2/7/2022).

Aswadi menambahkan, hal-hal kebaikan saat wukuf di Arafah tidak hanya dilakukan saat wukuf saja tapi makna wukuf dan hakekat wukuf bertepatan dengan haji akbar ini itu bisa melekat pada dirinya sepanjang zaman sehingga konstruksi pikiran dan perasaannya bukan hanya berada di Arafah saja.

"Tapi sampai sepulangnya ini benar-benar bisa berkembang bahkan ditularkan pada masyarakat yang lain," ujarnya dikutip dari timesindonesia.co.id jejaring media suara.com.

Menurut Aswadi, saat wukuf di Arafah berdasarkan Al-Qur'an surat Al-Hajj ayat ke-26 agar menjauhkan dari sifat syirik.

"Memang sudah mengingatkan sebagai kunci tidak boleh ada yang syirik, tidak boleh ada yang menyekutukan Allah. Dikuatkan pada ayat berikutnya itu harus terpusat, benar-benar karena Allah," kata Aswadi.

Baca Juga: Berangkat ke Tanah Suci Bersama Putrinya, Gubernur Jatim Khofifah Mengenang saat Suami Daftarkan Haji Sejak 2013

Sementara, saat wukuf bertepatan di hari Jumat lanjut Aswadi tidak ada shalat Jumat.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait