facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cabai Rawit Beri Andil Besar Inflasi Bulan Juni di Jember

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Sabtu, 02 Juli 2022 | 06:00 WIB

Cabai Rawit Beri Andil Besar Inflasi Bulan Juni di Jember
Ilustrasi cabai rawit penyebab inflasi di Jember bulan Juni 2022. [ANTARA]

Pantauan di sejumlah pasar tradisional di Jember, harga cabai rawit pada bulan Juni 2022 berkisar 85 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram.

SuaraMalang.id - Kabupaten Jember mengalami inflasi sebesar 0,71 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 112,35 persen pada bulan Juni 2022. Cabai rawit jadi komoditas penyumbang tertinggi inflasi tersebut.

Cabai rawit memberikan andil atau sumbangan inflasi sebesar 0,3215 persen. Sementara, tomat sebesar 0,091 persen; cabai merah sebesar 0,0604 persen; bawang merah sebesar 0,0385 persen.

Kemudian, telur ayam ras sebesar 0,0296 persen; dan beras sebesar 0,0268 persen.

"Komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi bulan Juni 2022 di antaranya cabai rawit, tomat, cabai merah, bawang merah, telur ayam ras, dan beras," kata Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jember Candra Birawa dalam konferensi pers secara daring di Kantor BPS setempat, Jumat (1/7/2022).

Baca Juga: Cabai Merah Sebabkan Sumut Inflasi Sumut 1,40 Persen

Pantauan di sejumlah pasar tradisional di Jember, harga cabai rawit pada bulan Juni 2022 berkisar 85 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram.

Di Pasar Tanjung Jember pada awal Juli 2022 tercatat harga cabai rawit Rp97 ribu per kilogram dan cabai merah besar Rp65 ribu per kilogram.

"Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi di Jember yakni bawang putih, daging ayam ras, cumi-cumi, minyak goreng, dan daun bawang," tuturnya.

Candra mengatakan dari sebelas kelompok pengeluaran tercatat tujuh kelompok pengeluaran mengalami inflasi, tiga kelompok pengeluaran mengalami deflasi dan satu kelompok stabil.

Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,12 persen; diikuti oleh kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran sebesar 0,76 persen; dan kelompok yang mengalami inflasi terkecil adalah kelompok kesehatan sebesar 0,1 persen.

Baca Juga: Inflasi Naik Lagi, Juni Capai 0,61 Persen

Kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah transportasi dan kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya, serta kelompok pengeluaran informasi, komunikasi dan jasa keuangan, sedangkan kelompok yang stabil atau tidak mengalami kenaikan
harga adalah pendidikan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait