Terpisah, salah satu saksi bernama Nizar saat ditemui awak media menceritakan kronologi secara lengkap atas laporan yang ia buat ke pihak kepolisian.
Awal mula, Nizar bersama temannya bernama Dika berjalan kaki di sekitaran jembatan Jalan Kahuripan dan melihat sosok pria tua yang hanya menggunakan kaos dalam dan celana dalam duduk dipinggir jembatan semabri melepas sendalnya.
Saat itu, Nizar dan Dika tak menghiraukan sosok pria tua tersebut. Namun, satu temannya bernama Dika menaruh curiga kepada pria tua tersebut akan melakukan sesuatu hal yang membahayakan.
Benar saja, Nizar dan Dika saat berjalan langsung mendengar suara seperti benda berat jatuh ke sungai dan saat melihat kebelakang, pria tua tersebut sudah tidak ada.
"Terus agak jauh sekitar 6 meter kita dengar suara 'Jegur' kayak sesuatu berat jatuh ke air. Temen saya panik, dan bilang orangnya terjun. Pas kita lihat oh iya benar," jelasnya.
Saat mengetahui kondisi tersebut, Nizar dan temannya pun bergegas melapor ke pihak Kodim 0833 Kota Malang yang memang markasnya tak jauh dari lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) pertama.
"Kita teriak ada orang jatuh. Teman saya inisiatif telpon polisi, saya lari ke Kodim sini paling gak ada laporan ke petugas. Baru kita berdua lari ke bawah," ungkapnya.
Dari situ, mereka pun menemukan bukti lain, yakni celana panjang coklat yang tersangkut di pohon di bawah jembatan Jalan Kahuripan.
Namun, saat ditanya soal kebenaran dua orang pria dan wanita yang melompat ke sungai, mereka hanya melihat pria tua itu saja.
Baca Juga:PBB: Konsumsi Ganja Meningkat di Negara yang Legal, Khawatir Potensi Depresi dan Bunuh Diri Tinggi
Ia juga sempat kembali turun ke bawah dan memastikan hanya ada satu pasang sendal saja, yakni milik pria tua tersebut.