facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Atur Ulang Strategi, Ukraina Tarik Mundur Pasukannya dari Sievierodonetsk

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Sabtu, 25 Juni 2022 | 20:32 WIB

Atur Ulang Strategi, Ukraina Tarik Mundur Pasukannya dari Sievierodonetsk
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy memberikan penghargaan kepada seorang prajurit Ukraina di sebuah titik komando saat serangan Rusia terhadap Ukraina berlanjut di luar kota selatan Mykolaiv, Ukraina, Sabtu (18/6/2022) [ANTARA FOTO via Reuters/Ukrainian Presidential Press Service/Handout]

Keputusan tarik mundur pasukan juga sebagai upaya menghindari jatuhnya korban lebih banyak. Namun, langkah Ukraina itu dipandang Rusia sebagai kemenangan telak.

SuaraMalang.id - Ukraina menarik pasukannya dari Sievierodonetsk setelah beberapa pekan terlibat pertempuran sengit dengan pasukan Rusia. Perintah itu dikeluarkan untuk mengatur ulang strategi.

Perintah mundur pada Jumat itu dikeluarkan empat bulan setelah invasi Rusia dimulai pada akhir Februari, yang telah menewaskan ribuan orang, mengusir jutaan lainnya dan menghancurkan kota-kota.

Keputusan tarik mundur pasukan juga sebagai upaya menghindari jatuhnya korban lebih banyak. Namun, langkah Ukraina itu dipandang Rusia sebagai kemenangan telak.

Para pejabat Ukraina mengatakan tinggal sedikit wilayah yang perlu dipertahankan di kota itu, di mana ratusan warga sipil terperangkap di sebuah pabrik kimia. 

Baca Juga: Ngeri! Doctors Without Border Ungkap Ketegangan di Kereta Medis Saat Evakuasi Korban dari Ukraina

Gubernur wilayah Luhansk Serhiy Gaidai mengatakan tentara Ukraina di Sievierodonetsk telah diperintahkan untuk pindah ke tempat lain.

"Tetap berada di posisi yang hancur berkeping-keping selama berbulan-bulan demi bertahan di sana, tidak masuk akal," kata Gaidai di televisi Ukraina.

Mundur dari Sievierodonetsk akan menjadi kekalahan terbesar bagi Ukraina sejak kehilangan kota pelabuhan Mariupol di selatan pada Mei.

Langkah itu tampaknya juga menjadi kemenangan bagi Rusia yang berusaha merebut kendali penuh atas Luhansk.

Wilayah itu merupakan salah satu target Rusia dalam perang. Setelah Sievierodonetsk, kota Lysychansk akan menjadi fokus serangan mereka berikutnya.
Vitaly Kiselev, seorang pejabat kementerian dalam negeri Republik Rakyat Luhansk (LPR), mengatakan kepada kantor berita TASS bahwa diperlukan waktu satu setengah pekan untuk merebut Lysychansk sepenuhnya.

Baca Juga: Pesawat Kargo Militer Rusia Jatuh dan Terbakar, 4 Orang Tewas

LPR adalah wilayah kelompok separatis di Ukraina yang memerdekakan diri dan hanya diakui oleh Rusia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait