Sementara itu, penjual daging yang berada di Pasar Besar Kota Malang, Sumina (42) mengaku sering menemui konsumen yang mengeluh kepadanya atas penyakit PMK yang mulai merebak.
Sebab, para konsumen terlihat cukup takut untuk membeli daging secara sembarangan. Oleh sebab itu, ia memberikan edukasi dan kepastian kualitas yang terjaga daripada daging-daging yang ia jual.
"Kebanyakan penjual di warung yang ngeluh ke saya. Banyak pelanggan ku takut beli. Ya saya jelasin aja ini sudah terjamin dari RPH jadi aman. Aku yakinkan terus mas," bebernya.
Meski ia terus berusaha meyakinkan konsumennya, Sumina mengaku memang penjualan hingga saat ini masih terus menurun akibat wabah PMK.
"Ya karena ada isu itu (wabah PMK) jadi menurun (penjualan). Tapi saya terus berusaha meyakinkan konsumen," pungkasnya.
Sebagai informasi, wabah PMK saat ini di Kota Malang mulai menyebar luas. Dari catatan Dispangtan Kota Malang, setidaknya ada 151 ekor sapi terjangkit PMK di empat kelurahan penghasil ternak sapi.
Namun, berbagai pakar termasuk Dispangtan Kota Malang memastikan bahwa daging sapi yang terjangkit PMK dipastikan masih bisa dikonsumsi oleh manusia sebab tak menular ke manusia.
Akan tetapi, pihak Dispangtan Kota Malang menyarankan untuk memasak daging sapi yang Terjangkit PMK dengan baik. Salah satunya Memasak daging hingga benar-benar mendidih di suhu 70 derajat.
Baca Juga:Polri Imbau Waspadai Pengumpulan Dana Teroris Berkedok Sumbangan Kemanusiaan