Temin juga menyarankan, pemerintah agar tetap membuka pasar. Dia menjelaskan, jika memang untuk antisipasi PMK, di depan pasar disiapkan dokter hewan.
"Nanti diperiksa yang sakit contohnya kan ada ciri-cirinya kayak kaki bengkak, atau sedang berlendir itu dibawa pulang. Kami hanya ingin dibuka," tuturnya.
Terpisah, Camat Gondanglegi, Prasetiya Yunika menjelaskan, dia hanya bisa menampung aspirasi para pedagang sapi.
Dia tidak bisa memutuskan, untuk membuka kembali pasar.
Baca Juga:Virus PMK Belum Menular ke Manusia, Dokter Hewan di Bantul Beri Penjelasan Ini untuk Antisipasinya
"Itu kan sudah ada SE. Pasti SE itu ada latarbelakangnya kenapa dikeluarkan sama Bupati. Yang tadi saya bilang dari kesehatan masih belum bisa sapi itu dipertemukan. Kami tidak diam, kami semua bergerak," tuturnya.
Dia juga menjelaskan, protes dari pedagang ini adalah dua kali terjadi. Dia pun juga ingin membuka pasar dan ingin perekonomian tumbuh.
"Tapi sekali lagi semua harus bersabar. Semua penentu kebijakan itu bukan kami. Kami akan meneruskan ke pimpinan kami masing-masing," tutupnya.
Kontributor : Bob Bimantara Leander
Baca Juga:Bukan PMK, Tiga Kambing Milik Warga Ciamis Mati Terkena Penyakit Ini