Proses meringkus Beni berlangsung menegangkan. Bahkan seorang anggota polisi dilaporkan terluka.
"Ya pas itu terluka polisi itu di bagian pahanya," ujarnya.
Kekinian, Beni telah dievakuasi ke Rumah Sakit Jiwa Lawang, Kabupaten Malang.
Sulton menjelaskan, Beni melakukan pembacokan itu diduga karena depresi. Dia seminggu yang lalu memikirkan biaya selamatan almarhum ayahnya.
Baca Juga:6 Kuliner Khas Malang Ini Cocok Buat Menemani Buka Puasa Kalian
Selain itu, Beni yang berprofesi sebagai tukang bangunan itu juga memikirkan biaya adiknya yang akan menikah dalam waktu dekat.
Seminggu terakhir, Beni diketahui suka melamun. Bahkan saat bekerja dia beberapa kali buat kesalahan.
"Jadi seminggu itu dia berubah. Wong dia waras kok, sehari-hari kalau tetangganya ya dibuat kopi kok. Tapi seminggu yang lalu benahin pintu aja kebalik dan sering melamun," tuturnya.
Terpisah, Kapolsek Wajak, AKP Bambang Jatmiko, membenarkan aksi pembacokan yang dilakukan seorang warga diduga mengalami depresi.
"Semua korbannya luka ringan. ODGJ itu mas. Kemarin (pelaku) langsung dibawa keluarga sama perangkat desa ke RSJ karena telat obat," tutupnya.
Kontributor : Bob Bimantara Leander