Desa Kendalpayak Malang Krisis Air Bersih, 90 Keluarga Terdampak

Ketua RT 17/11 Desa Kendalpayak Hariyono mengatakan bahwa gangguan aliran air bersih terjadi sejak Senin (4/4/2022) lalu.

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Rabu, 06 April 2022 | 19:03 WIB
Desa Kendalpayak Malang Krisis Air Bersih, 90 Keluarga Terdampak
Warga di perumahan City Side Residence di Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada saat menampung air yang didistribusikan oleh Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Rabu (6/4/2022). (ANTARA/Vicki Febrianto)

"Kebetulan orang tua saya ada di Sulfat, saya menumpang air. Jadi saya mengambil air dan membawanya pulang, saya tempatkan di galon-galon air," ujarnya.

Warga lainnya, Aimee Novianty menambahkan kesehariannya sebagai ibu rumah tangga terganggu akibat adanya gangguan aliran air bersih tersebut. Saat ini ia terpaksa harus menunggu pasokan dari tangki-tangki PDAM yang ada.

"Saya lebih baik menunggu tangki yang datang karena keluarga saya jauh," ujarnya.

Sementara itu, seorang karyawan Perumda Tugu Tirta pada Unit Pelayanan Tangki, Hengky Rimba mengatakan bahwa pihaknya saat ini terus melakukan panyaluran air bersih pada sejumlah wilayah terdampak gangguan aliran air.

Baca Juga:Wali Kota Malang Janjikan Bantuan Rp 3 Juta untuk Warga Terdampak Longsor

Pada kawasan perumahan itu, lanjutnya, disiapkan dua unit tangki air dengan kapasitas total 9.000 liter. Jika kebutuhan masyarakat terdampak gangguan aliran air bersih tersebut lebih tinggi, maka tetap akan dilayani.

"Untuk saat ini ada dua unit tangki air yang beroperasi dengan kapasitas masing-masing 4.000 liter dan 5.000 liter. Satu kali masuk 9.000 liter. Untuk saat ini masih mencukupi, akan tetapi jika ada kekurangan, akan kami kirimkan lagi," katanya.

Selain pasokan air dari Perumda Tugu Tirta, Satlantas Polresta Malang Kota juga membantu penyaluran air bersih dengan menerjunkan dua unit mobil tangki air. Penyediaan air itu menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang dan PDAM Kota Malang.

Berdasarkan keterangan dari akun Twitter @perumdatugutirta, gangguan aliran air itu disebabkan penurunan level pada tandon air Buring Bawah. Sejumlah wilayah terdampak di antaranya Jalan KH Malik Dalam, Jl Bumiayu, Jl Lowokdoro, Jl Gadang dan Kebon Agung.

Baca Juga:Tolak Ajakan Pindah ke Rusunawa, Warga Terdampak Longsor Minta Pemkot Malang Uang untuk Sewa Rumah

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini