"Saya langsung menutup pagar saya. Supaya mobil saya ini gak ikut hanyut, karena saya sempat melihat mobil tetangga ini hanyut," kata dia.
Anggi pun berpikir keras untuk menyelamatkan istri dan anaknya. Dia sempat berpikir untuk naik ke mobil Honda Brio-nya warna putih yang berada di garasinya. Namun rencana itu berisiko. Arus kala itu cukup deras dan ditakutkan mobil juga akan terbawa arus dan membawa anak dan istrinya.
Lantas dia pun langsung berinisiatif merusak kanopi rumahnya sekitar 50 sentimeter.
"Supaya bisa naik ke atas lah karena air semakin tinggi hampir dua meter. Itu sudah mikir nyawa, saya inisiatif rusak saja kanopinya," ujarnya.
Saat menaiki kanopi, Anggi membantu istrinya terlebih dahulu untuk naik ke kanopi. Setelah itu anaknya dan berlanjut ke dirinya sendiri.
Dari atas kanopi rumahnya tidak nampak tim gabungan untuk evakuasi. Sebab rumahnya menghadap ke sungai. Sementara tim evakuasi berada di balik rumah tetangganya yang juga terjebak, yakni Ridho Siswantono.
"Jadi waktu di kanopi itu saya cuma berkomunikasi dengan Pak Ridho. Bagaimana tim SAR-nya sudah datang atau tidak. Saya gak bisa lihat apa-apa cuma pemandangan arus deras dan gelap," ujarnya.
Di atas kanopi itu, Anggi pun mencoba menghibur istri dan anaknya. Beberapa kali dia mengaku melontarkan candaan agar istri dan anaknya tidak panik.
"Karena kan dingin terus istri saya hamil dan anak saya masih kecil. Kalau takut terus pingsan kedinginan kan ya bahaya. Makannya saya ajak bercanda dan berdoa," ujarnya.
Baca Juga:Sebanyak 56 Rumah di Desa Mangliawan Kabupaten Malang Terendam Banjir
Anggi pun terjebak di kanopi itu sekitar tiga jam sebelum diselamatkan tim evakuasi dengan perahu karet.