Warga Probolinggo Melawan Aktivitas Tambang Pasir Sebab Merusak Lingkungan

Aktivitas Tambang Pasir Batu Dituding Merusak Lingkungan dan Pertanian, Warga Probolinggo Blokir Jalan menuju kawasan penambangan.

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Kamis, 27 Januari 2022 | 12:14 WIB
Warga Probolinggo Melawan Aktivitas Tambang Pasir Sebab Merusak Lingkungan
Warga empat desa di Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo menutup areal tambang pasir dan batu di tepi Sungai Pancar Glagas, Rabu, 26 Januari 2022. [Foto: Zulkiflie/Jatimnet.com]

Terkait tuntutan petani, pihaknya telah memediasi kedua belah pihak, yakni perwakilan petani dan perwakilan penambang pasir dan batu. 

Dalam pertemuan itu, disepakati pihak penambang diharuskan segera memperbaiki tanggul sungai yang rusak sehingga aliran air yang debitnya sudah turun kembali naik dan bisa kembali mengaliri areal persawahan warga.

"Penambang juga dilarang beraktivitas di jarak 100 meter dari hilir ke hulu. Lalu jalan yang sudah diperbaiki dilarang dilintasi truk tambang, serta areal tambang baru bisa dibuka perbaikan tanggul segera dilakukan," tutur Rosyadi. 

Rosyadi menyampaikan untuk luas areal lahan tambang di Sungai Pancar Glagas ada sekitar 16 hektar dimana jumlah pengusaha penambang resmi satu orang dan lainnya merupakan penambang lokal. 

Baca Juga:150 Ribu Lahan Rusak Akibat Tambang Pasir di Pasir Sakti, Pemda Lakukan Hal Ini

Sementara itu, perwakilan penambang, M Joyo, mengaku bakal memenuhi tuntutan petani berkaitan perbaikan tanggul sungai. Hanya saja, ia meminta areal tambang bisa segera dibuka agar pekerja bisa beraktivitas kembali. 

Menurutnya, aksi protes warga terjadi lantaran kurangnya komunikasi antara mereka. "Selama ini tidak perwakilan petani yang mau menemui pihak penambang sehingga kami mengikuti saja apa yang menjadi tuntutannya," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini