PBNU 'Jewer' Ketua PCNU Banyuwangi dan Sidoarjo Terkait Kegiatan Politik Praktis dengan Bacalon Presiden

"NU secara kelembagaan tidak boleh terlibat atau dilibatkan dalam kegiatan politik praktis," kata Gus Yahya.

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Rabu, 26 Januari 2022 | 21:31 WIB
PBNU 'Jewer' Ketua PCNU Banyuwangi dan Sidoarjo Terkait Kegiatan Politik Praktis dengan Bacalon Presiden
Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya Ketum PBNU yang baru dilantik. [Foto: ANTARA]

SuaraMalang.id - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) beri peringatan kepada Ketua PCNU Kabupaten Sidoarjo Zainal Abidin, dan Ketua PCNU Kabupaten Banyuwangi Mohammad Ali Makki. Hal itu buntut kegiatan politik praktisnya bersama bacalon presiden.

"Hari ini, Ketua PCNU Sidoarjo dan Banyuwangi sudah datang dan sudah tabayun langsung," kata Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf di Kantor PBNU, Jakarta, seperti diberitakan Antara, Rabu (26/11/2022).

Tabayun, lanjut dia, penting karena keterlibatan NU secara kelembagaan dalam kegiatan partai politik di kedua kabupaten tersebut telah menjadi isu publik dan berhadapan dengan pernyataan ketua umum PBNU yang menegaskan bahwa NU tidak boleh menjadi alat atau diperalat untuk kepentingan politik praktis.

"NU secara kelembagaan tidak boleh terlibat atau dilibatkan dalam kegiatan politik praktis," kata Gus Yahya.

Baca Juga:Selain Tindakan Intoleran, PBNU dan Pemerintah Sepakat Perangi Pelecehan Seksual dan Perundungan

Selain tabayun langsung, ketua PCNU Sidoarjo dan Banyuwangi juga menyerahkan laporan tertulis yang berisi uraian tentang kronologi peristiwa disertai dengan penjelasan terkait lainnya.

Gus Yahya menilai laporan tertulis dan penjelasan secara lisan dari dua ketua PCNU tersebut telah memberikan gambaran yang lengkap tentang dugaan keterlibatan keduanya dalam kegiatan politik praktis.

Ia menyimpulkan adanya kekuranghati-hatian yang menyebabkan NU secara kelembagaan dibawa-bawa ke dalam kegiatan politik praktis di kedua daerah itu. 

Atas hal itu ketua PCNU Sidoarjo dan ketua PCNU Banyuwangi menyatakan bertanggungjawab dan memohon maaf atas kekhilafannya, serta berjanji untuk tidak melakukan kekhilafan serupa di masa mendatang.

Gus Yahya juga menegaskan kembali bahwa NU tidak boleh secara kelambagaan dilibatakan di dalam kegiatan partai politik apa pun untuk kepentingan politik praktis.

Baca Juga:Soroti Penambangan Wadas, Tokoh NU Imam Azis: Haram Perampasan Tanah

PBNU telah memberikan peringatan secara lisan dan arahan tentang hal-hal yang harus dilakukan lebih lanjut.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini