Begini Format Pencegahan Penyebaran Varian Omicron di Jatim, Fokus TKI dan WNA

Penyebaran varian Omicron, varian baru dari Covid-19 memang meresahkan negara-negara di dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Muhammad Taufiq
Selasa, 28 Desember 2021 | 20:16 WIB
Begini Format Pencegahan Penyebaran Varian Omicron di Jatim, Fokus TKI dan WNA
Covid-19 varian Omicron. [Dok.Antara]

SuaraMalang.id - Penyebaran varian Omicron, varian baru dari Covid-19 memang meresahkan negara-negara di dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Terbaru, untuk mengantisipasi penyebaran varian baru tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggagas format baku untuk menanggulangi penyebarannya.

Format ini berkaitan dengan kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Warga Negara Indonesia (WNI) sepulang dari luar negeri serta Warga Negara Asing (WNA) yang akan masuk ke Jatim.

Penyiapan tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran virus Omnicorn di Jawa Timur. Penanganan kedatangan para PMI dilakukan berdasarkan Surat Keteranagn (SK) Gubernur Jatim nomor 188/256/KPTS/013/2021 tentang Satuan Tugas Pengendalian Perjalanan Internasional di Jawa Timur.

Baca Juga:Lagi, Kapal TKI Tenggelam di Selangor Malaysia, 35 Penumpang Selamat, 10 Orang Meninggal

Plh. Sekdaprov Jatim Heru mengaku bahwa persiapan yang dilakukan antara Pemprov Jatim bersama TNI/Polri dinilai cukup maksimal. "Insyaallah kami siap," kata Heru seperti dikutip dari suaraindonesia.co.id, jejaring media suara.com, Selasa (28/12/2021).

Kesiapan itu, sebut Heru, ditunjukkan dengan adanya kesiapan berbagai penanganan. Salah satunya kesiapan sarana dan prasarana bagi PMI yang melakukan isolasi terpusat (Isoter) maupun isolasi mandiri (Isoman).

Heru mengatakan, terdapat tiga Isoter yang tengah disiapkan Polda Jatim. Ketiganya berada di Asrama Haji Sukolilo dengan ketersediaan 964 bed, LPMP Ketintang dengan ketersediaan 160 bed dan Badiklat Kemenag Jatim dengan ketersediaan 132 bed. Sehingga total bed yang disediakan sebanyak 1.256 unit bed.

"Sedangkan Pemprov Jatim menyiapkan tempat karantina bagi PMI di BPWS Bangkalan, Madura dan Asrama Marinir Surabaya," ujarnya.

Bagi PMI yang hendak melakukan Isoman, Heru mengatakan, Palang merah Indonesia (PMI) telah menyiapkan 6 hotel dengan kapasitas 530 bed. Kemudian non PMI menyediakan 27 hotel dengan kapasitas 1.299 bed.

Baca Juga:WNI Positif Omicron Lolos Karantina, Menkes Budi Ungkap Kronologinya

"Khusus Isoman, biaya ditanggung pribadi selama 14 hari, namun tetap di bawah pengawasan Satgas Covid-19," ujarnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini