Intinya terkait permintaan maaf SW telah melakukan hal yang tidak senonoh ke LN. "Di situ SW sudah kirim WA ke saya minta maaf 'saya khilaf dan lain-lain," kata dia.
Tidak mau menyelesaikan masalah tersebut secara daring, LN pun meminta bertemu langsung dengan SW supaya tidak ada salah paham.
Pertemuan itu terjadi di mini market di Jalan Simpang Balapan Kota Malang.
"Setelah sampai di Alfamidi Simpang Balapan saya menunggu SW. Terus saya ditemani teman saya cewek. Dan saya ajak pula ke mobil SW, teman saya duduk di belakang saya di depan sama SW," ujarnya.
Baca Juga:Tahun Ini 10 Persen Pengguna Narkoba di Malang Anak-anak di Bawah Umur
Dia pun meminta SW untuk berhenti di sekitar Jalan Merbabu tempat terjadinya pengeroyokan, tidak jauh dari titik awal bertemu.
"Aku bilang ke SW kita ke EF saja dekat Simpang Balapan itu alasannya untuk nurutin Eza (teman perempuan LN)," kata dia.
Teman perempuan LN pun sesampainya di lokasi langsung turun dari mobil. LN pun juga mau turun. Namun saat dia sudah membuka pintu mobil, SW menancapkan gas mobilnya.
"Spontan saya langsung jatuh di jok mobil langsung aku teriak-teriak dan aku narik hand rem terus ganti perseneleng itu dari D ke P. Itu mobil matic," kata dia.
Mobil SW pun waktu itu berknalpot brong. Otomatis saat digas sekaligus mengerem terdengar suara nyaring dan menarik perhatian orang sekitar.
Baca Juga:Pertama di Jatim, 4 Warga Malang Dicurigai Positif Omicron Sebab Hasil PCR Banyak Virusnya
"Setelah mobil berhenti teman-teman ku langsung ke sana dan aku ambil kunci mobilnya," ujarnya menambahkan.