SuaraMalang.id - Ikatan Gus Gus Indonesia (IGGI) meminta elit pimpinan Nahdlatul Ulama tidak mengumbar permasalahan internal organisasi, terutama ke media massa, menjelang Muktamar ke-34 NU di Lampung.
"IGGI mengimbau kepada segenap elit pimpinan NU agar bersama- sama menciptakan suasana sejuk dan kondusif, dan menahan diri untuk tidak mengumbar berbagai permasalahan internal organisasi ke media massa," kata Ketua Umum IGGI, KH. Ahmad Fahrur Rozi mengutip dari Beritajatim.com jejaring Suara.com, Jumat (12/11/2021).
Sebagai pimpinan organisasi keagamaan, lanjut dia, hendaknya seluruh pihak mengedepankan akhlaq mulia dan mampu menggunakan saluran organisasi untuk menyelesaikan perbedaan dan perselisihan.
“Bukan saling membuat statement, isu, apalagi fitnah tanpa bukti dan konfirmasi di ruang-ruang publik yang hanya menyita energi dan menggerus Marwah organisasi,” tegas Gus Fahrur yang juga menjabat Wakil Ketua PWNU Jawa Timur ini.
Baca Juga:Dana Hibah MUI Lebih Banyak Ketimbang NU dan Muhammadiyah, Begini Dalih Wagub DKI
Setiap perbedaan seharusnya diselesaikan di ruang rapat, bukan diumbar ke media. Sebab hal itu dinilainya tidak elok.
“Semakin mengumbar pernyataan negatif, menunjukkan semakin tidak matangnya yang bersangkutan sebagai pemimpin,” tegas Pengasuh Ponpes An Nur 1 Bululawang, Malang ini.
Gus Fahrur menambahkan, IGGI melihat masih banyak persoalan penting organisasi yang seharusnya diselesaikan sesuai tupoksinya dengan cara yang baik, bukan dengan mengumbar-umbar pernyataan di media massa.
“IGGI berharap kandidat Ketum PBNU dan timsesnya lebih fokus berbicara program, strategi dan visi misi kepemimpinan NU kedepan untuk mengerakkan roda organisasi bukan sibuk membuat provokasi,” Gus Fahrur mengakhiri.
Baca Juga:Muktamar NU di Lampung akan Bahas Haramnya Uang Kripto