alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Viral Bayi Manusia Silver, Ini Risikonya Menurut Dokter Spesialis Kulit

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Selasa, 28 September 2021 | 21:46 WIB

Viral Bayi Manusia Silver, Ini Risikonya Menurut Dokter Spesialis Kulit
Ilustrasi bayi manusia silver. [Unsplash/@irinamurza]

Dermatologist sekaligus Spesialis Kulit dan Kelamin dr. Arini Astasari Widodo, Sp.KK menjelaskan, bayi silver berisiko mengalami efek jangka pendek maupun jangka panjang.

SuaraMalang.id - Viral bayi manusia silver jadi sorotan publik. Perlu diketahui ada risiko yang bisa berdampak pada kulit bayi akibat aksi mengecat tubuh dengan warna silver tersebut.

Sebelumnya diberitakan, beredar viral di media sosial foto bayi silver. Foto itu memperlihatkan tubuh balita dilumuri cat silver dan diajak mencari uang bersama manusia silver dewasa.

Dermatologist sekaligus Spesialis Kulit dan Kelamin dr. Arini Astasari Widodo, Sp.KK menjelaskan, bayi dicat silver berisiko mengalami efek jangka pendek maupun jangka panjang. Lantaran karena kulit bayi yang cenderung lebih sensitif dibanding kulit orang dewasa. 

Bayi diajak ke jalan jadi manusia silver (instagram)
Bayi diajak ke jalan jadi manusia silver (instagram)

"Cat ada berbagai jenis, mengandung bermacam-macam campuran bahan kimia, sehingga memiliki potensi toksisitas (merusak organ), potensi alergi, potensi iritasi (peradangan) yang berbeda-beda," ujar dr. Arini menngutip dari suara.com, Selasa (28/9/2021).

Baca Juga: Andai Ada Riwayat Keluarga, Risiko Kanker Hati Bisa Naik 7 Kali Lipat

Adapun dampak jangka pendek yang bisa terjadi, bayi silver berpotensi menyebabkan dermatitis kontak. Dermatitis kontak adalah reaksi peradangan kulit akibat kontak dengan zat tertentu, seperti zat kimia pewarna silver.

"Reaksi dermatitis kontak yang terjadi dapat berupa dermatitis kontak iritan yaitu akibat iritan yang terdapat pada cat tersebut, atau dermatitis kontak alergi yaitu akibat allergen yang terdapat dalam kandungan cat tersebut," terang dr. Arini.

Beberapa gejala dermatitis kontak pada bayi bisa berbahaya, seperti gatal, nyeri, kemerahan, bengkak, kering, pecah-pecah, terkelupas, dan melepuh.

"Reaksi dapat bergantung pada jenis kandungan yang ada dalam cat, konsentrasi zat, jumlah yang diaplikasikan, lama aplikasi, dan kondisi kulit bayi tersebut," paparnya.

"Bayi yang memiliki barrier kulit tentunya lebih berpotensi mengalami masalah kulit yang serius," lanjut dr. Arini.

Baca Juga: Hindari 5 Makanan Ini, Bisa Picu Risiko Kanker

Selain itu, bukan tidak mungkin jika bayi akan mengalami dampak jangka panjang dari zat kimia pewarna silver. Ini karena zat pewarna silver tidak diperuntukan digunakan pada manusia, melainkan digunakan untuk produksi tekstil seperti pakaian, atau benda mati lainnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait