alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Diduga Terbebani Biaya Kuliah, Mahasiswa di Malang Nekat Mau Lompat dari Jembatan

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Rabu, 01 September 2021 | 13:31 WIB

Diduga Terbebani Biaya Kuliah, Mahasiswa di Malang Nekat Mau Lompat dari Jembatan
ilustrasi jembatan. Mahasiswa di Malang Nekat Mau Lompat dari Jembatan. [Antara]

Aksi percobaan bunuh diri itu digagalkan polisi

SuaraMalang.id - Mahasiswa semester akhir salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Malang, Jawa Timur berinisial MN (22) nekat mau mengakhiri hidupnya di jembatan Soekarno-Hatta.


MN yang diketahui warga asal Kecamatan Dau, Kabupaten Malang itu terlihat berupaya memanjat pagar jembatan Soekarno-Hatta, Rabu (1/9/2021) sekitar pukul 09.00 waktu setempat.


Melihat percobaan bunuh diri tersebut, anggota polisi bersama warga langsung mencoba menghalangi MN untuk terjun bebas dari jembatan.


Panit I Polsek Lowokwaru, IPDA Zainul Arifin menjelaskan, niat MN bunuh diri gagal karena badannya yang cukup besar, membuatnya kesusahan untuk memanjat.

Baca Juga: Prihatin! 2 Kasus Bunuh Diri di Jatim Diduga Terkait Pinjaman Online


"Ya terus Polisi Lantas di Pos UB (Universitas Brawijaya) itu langsung bersama warga mencoba menyelamatkan dan akhirnya berhasil," kata dia.


Setelah itu, Zainul mengatakan, MN masih dalam keadaan lemas. Dia tidak bisa diajak berbicara dan hanya duduk di jembatan.


"Ya mungkin karena dia dari rumahnya di Dau ke sini Jembatan Soekarano-Hatta jalan kaki. Dia pun ya keliatan seperti kuliah awalnya. Bawa tas dan handphone saja saat ditemukan," tutur dia.


Setelah cukup tenang, MN pun dievakuasi ke Mapolsek Lowokwaru. Kepada polisi, MN mengaku nekat hendak bunuh diri karena terbebani biaya kuliah.


Selama ini memang biaya kuliah MN dibiayai oleh seseorang. Ibunya meninggal pada tahun 2019 sementara ayahnya menikah lagi dengan orang lain.

Baca Juga: Memilukan! Warga Bojonegoro Gantung Diri Akibat Pinjaman Online, Tinggalkan Surat Wasiat


"Jadi dia hidup sama neneknya. Untuk makan sehari-hari dia bekerja ya bayarannya cukup untuk makan saja. Biaya kuliahnya ini dibiayai seseorang. Dia pun takut kalau gak lulus nanti disuruh mengganti seluruh biaya kuliah," kata dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait