"Prinsipnya kami tidak mau gegabah. Untuk uji coba, minimal untuk SD per kecamatan 10 atau 15 sekolah. Untuk SMP, semua akan kami uji coba," tukasnya.
Di sisi lain, pihak Dindikbud juga tidak mau kecolongan. Pihak sekolah harus memastikan gedung pembelajaran sudah steril dan dibersihkan setelah sekian bulan tidak digunakan.
Suwarjana menyampaikan, jangan sampai tidak lama dipakai, gedung sekolah justru menjadi sarang nyamuk yang kemudian dapat menyebabkan penyakit baru kepada siswa.
"Itu beberapa persiapan yang harus dilakukan," tegasnya.
Baca Juga:Kota Malang Bakal Menerapkan Aturan Ganjil Genap, Begini Penjelasan Polisi
Sebagai syarat, siswa harus mendapatkan persetujuan orang tua perihal mengikuti pembelajaran tatap muka. Termasuk vaksin, siswa pun harus mendapatkan persetujuan yang sama.
Ketentuan lainnya pembelajaran tatap muka terbatas di Kota Malang adalah tidak ada jam istirahat, kantin ditutup, sistem antar jemput, kapasitas kelas maksimal 50 persen dan durasi belajar dimulai pukul 07.30 hingga maksimal 12.00.
- 1
- 2