Petani di Tulungagung Gigit Jari Harga Cabai Anjlok Tembus Rp 4 Ribu

Kondisi itu berpotensi menyebabkan kerugian, lantaran tidak sepadan dengan biaya produksi (tanam dan perawatan) yang sudah dikeluarkan para petani.

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Kamis, 26 Agustus 2021 | 08:30 WIB
Petani di Tulungagung Gigit Jari Harga Cabai Anjlok Tembus Rp 4 Ribu
Ilustrasi cabai. [Pexels/Artem Beliaikin]

SuaraMalang.id - Para petani di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mengeluhkan anjloknya harga cabai di pasaran. Kekinian, harga cabai menyentuh kisaran Rp 4 ribu per kilogram.

Kondisi itu berpotensi menyebabkan kerugian, lantaran tidak sepadan dengan biaya produksi (tanam dan perawatan) yang sudah dikeluarkan para petani.

"Normalnya harga cabai itu ya di kisaran Rp10 ribu - Rp30 ribu per kilogram. Kalau sudah di bawah Rp10 ribu, petani pasti rugi," kata Suyono, petani cabai di Desa Bendosari, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, mengutip dari Antara, Rabu (25/8/2021).

Menurut Suyono, kondisi ini sudah terjadi sejak pandemi COVID-19. Ia juga tidak menampik kemungkinan serapan pasar yang menurun dampak 'pagebluk' corona. Sebab dengan banyak rumah makan, restoran dan hotel yang tutup, permintaan akan komoditas cabai juga turun.

Baca Juga:Petik Cabai, 2 Pria di Sumut Tewas Tersambar Petir

Belum lagi daya beli masyarakat yang saat ini ikut tertekan akibat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sehingga volume belanja kebutuhan rumah tangga dan dapur ikut berkurang.

Menurut Suyono, kondisi ini sudah terjadi sejak pandemi COVID-19.

"Warung banyak yang tidak beroperasi, sehingga tidak pakai cabai," katanya.

Ironisnya, kendati terdampak langsung dengan pandemi dan PPKM, petani seperti Suyono belum tersentuh bantuan dari pemerintah.

"Kalau sudah (harga) rusak begini, kami memilih tidak panen dulu. Membiarkan cabai yang matang membusuk daripada dipanen akan tetapi hasil penjualannya bahkan tidak cukup untuk menutup biaya tanam dan petiknya," keluhnya.

Baca Juga:Viral Petani Ngamuk sampai Merusak Tanaman Cabai di Kebun, Aksinya Bikin Publik Geram

Di lahan setengah hektare miliknya ini seluruhnya ditanami cabai jenis tampar dan godo. Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tak mungkin dirinya bakal beralih ke tanaman lain yang lebih laku di pasar.

"Kalau tidak menguntungkan, kenapa mesti dipertahankan. Mending beralih ke tanaman lain," ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak