alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Vandalisme 'Open BO' Serang Baliho Puan Maharani di Kota Batu

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Selasa, 24 Agustus 2021 | 14:39 WIB

Vandalisme 'Open BO' Serang Baliho Puan Maharani di Kota Batu
Vandalisme baliho Puan Maharani di Kota Batu, Jawa Timur. [Suara.com/Bob Bimantara Leander]

DPC PDIP Kota Batu akan mengadukan kasus vandalisme itu ke polisi

SuaraMalang.id - Baliho Puan Maharani kembali jadi sasaran vandalisme. Terbaru, baliho bergambar Ketua DPR RI sekaligus pengurus DPP PDIP pusat di Kota Batu, Jawa Timur dicoret bertuliskan 'Open BO'.

Persisnya, baliho berukuran 3 x 5 meter berlokasi di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Batu itu dicoret pada bagian pojok kiri bawah. Diduga vandalisme itu dilakukan pada Senin (23/8/2021) dan baru diketahui Selasa (24/8/2021) pagi tadi.

Ketua DPC PDIP Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Batu untuk menurunkan baliho tersebut.


"Kami sekaligus ketua DPC PDIP Kota Batu didampingi BBHR ( Badan Bantuan Hukum Rakyat) saya lapor ke Satpol PP untuk bisa diambil diturunkan. Dan kami abadikan foto dan video," kata Punjul, Selasa (24/8/2021).

Baca Juga: Heboh Detik-detik Pemasang Baliho Puan Maharani di Banjarnegara, Warganet: Auto Boikot

Pihaknya mengecam aksi vandalisme menyasar baliho Puan Maharani itu.

"Apalagi ini gambarnya tokoh nasional Ketua DPR RI yang menyampaikan mensosialisasikan warga masyarakatnya. Sekali lagi ini hal yang tidak terpuji dan tidak terjadi," imbuhnya.


DPC PDIP Kota Batu, lanjut dia, bersama BBHR Kota Batu bakal mengadukan vandalisme itu ke pihak kepolisian.


"BBHR juga akan laporan ke Polres Batu terkait premanisme vandalisme supaya bisa dipegang lah," sambungnya.


Sebelum mengadu, pihaknya akan mengumpulkan barang bukti, termasuk rekaman CCTV. Kemudian juga berkoordinasi dengan pengusaha di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga: Sudjiwo Tedjo Dukung Tentara Copot Baliho Puan Maharani: Tak Etis Pada Presiden Jokowi


"Kami sudah berkomunikasi dengan beberapa pengusaha di sini termasuk nanti dinas, ada gak rekaman CCTV seputar sini. Nanti kami adukan," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait