Polisi Dalami Kasus Dugaan Fetish Mukena di Malang

Total sementara ada 10 korban dugaan fetish mukena di Malang

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Sabtu, 21 Agustus 2021 | 15:16 WIB
Polisi Dalami Kasus Dugaan Fetish Mukena di Malang
Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudho Riambodo. [Suara.com/Bob Bimantara Leander]

AZ mengaku tidak menghiraukan adanya video permintaan maaf dari terduga pelaku.  Ia berharap polisi mengusut tuntas kasus tersebut.

"Iya kemarin pas dia upload video minta maaf itu korban-korbannya udah banyak yang lihat. Cuma kami masih belum puas masa cuma minta maaf. Dan kami belum ada bukti apakah dia benar-benar sudah hapus foto-fotonya apa belum," tutur mahasiswi aktif di salah satu kampus negeri di Kota Malang itu.

Sebagai informasi, hingga kini ada 10 wanita yang mengaku korban fetish mukena.

Semua korban awalnya adalah model yang memberikan jasa sebagai endorsement untuk akun online shop di Instagram yang menjual mukena.

Baca Juga:20 Fetish Teraneh di Dunia, Kenali Cirinya!

Korbannya kebanyakan mahasiswi dan juga ada yang ibu rumah tangga. Para korban setuju untuk menjadi foto model mukena prodak olshop tersebut.

Namun para model yang juga korban itu mulai curiga. Pasalnya, foto mereka yang seharusnya digunakan sebagai katalog mukena, ternyata tersebar di akun Twitter.

Dalam akun Twitter itu, foto para korban yang mengenakan mukena itu banyak mendapat balasan kata-kata tak pantas. Sehingga muncul dugaan kesimpulan bahwa foto mereka disalahgunakan oleh pemilik akun Instagram yang menjual mukena.

Kekinian pun sudah mulai terbongkar bahwa pemiliknya ternyata bukan wanita bernama Riya, namun adalah lelaki berinisial D.

Kontributor : Bob Bimantara Leander

Baca Juga:Mengenal Jenis-Jenis Fetish Paling Aneh yang Ada di Dunia

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini