alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Warga Jember Jangan Termakan Hoaks Rumah Sakit Sengaja 'Mengcovidkan' Pasien

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Senin, 26 Juli 2021 | 19:14 WIB

Warga Jember Jangan Termakan Hoaks Rumah Sakit Sengaja 'Mengcovidkan' Pasien
Ilustrasi Covid-19, Warga Jember Jangan Termakan Hoaks Rumah Sakit Sengaja 'Mengcovidkan' Pasien. (Unsplash/Adam Niescioruk)

isu tersebut jelas-jelas informasi bohong alias hoaks. Sehingga, masyarakat diimbau untuk tidak lagi memperdebatkan virus Corona yang telah mewabah setahun lebih.

SuaraMalang.id - Isu yang menuding rumah sakit sengaja 'mengcovidkan' pasien masih beredar di masyarakat, tak terkecuali di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Masih ada yang percaya informasi hoaks tersebut justru menghambat penanganan pandemi Covid-19.

Hal itu diungkap Direktur Rumah Sakit dr. Soebandi, Jember Hendro Soelistijono. Tuduhan bahwa rumah sakit sengaja menjadikan pasien berstatus terkonfirmasi positif Covid-19 dinilainya tidak masuk akal.

“Tidak masuk akal. Kami tidak mungkin akan mengcovidkan. Kami ada standarnya. Kementerian Kesehatan juga tidak bodoh. Kami tidak mungkin mengklaim (biaya penanganan Covid) jika tidak ada bukti tes PCR (Polymerase Chain Reaction),” katanya dikutip dari beritajatim.com -- jejaring media suara.com, Senin (26/7/2021).

Dijelaskannya, isu tersebut jelas-jelas informasi bohong alias hoaks. Sehingga, masyarakat diimbau untuk tidak lagi memperdebatkan virus Corona yang telah mewabah setahun lebih.

Baca Juga: Tangkal Pagebluk, Warga Jember Juga Pasang 'Ptakotan Pocong' Buat Tolak Bala

“Kita sudah harus patuh protokol kesehatan: jangan kumpul-kumpul, pakai masker rutin, double masker, cuci tangan, menjauhi kerumunan, segera berobat bila ada keluhan. Jangan beralasan takut di-covid-kan, malah akhirnya meninggal karena Covid di rumah,” sambungnya.

Hendro menambahkan, bahwa pasien Covid-19 yang meninggal rata-rata mengalami peradangan paru dan terjadi kegagalan fungsi paru-paru. Sedangkan usia pasien yang meninggal mulai usia produktif hingga lanjut usia (lansia).

“Dari 60 tahun sampai yang termuda berusia 21 tahun. Ini untuk Jember belum jelas, apakah varian Delta atau apa, belum pernah diperiksa (diteliti, red). Tapi diduga yang sudah masuk ke Indonesia varian Delta,” kata Hendro.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait