alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Petugas Pemakaman Covid-19 di Jember Dipukul, Dilempari Batu dan Dibanting Warga

Muhammad Taufiq Sabtu, 24 Juli 2021 | 07:35 WIB

Petugas Pemakaman Covid-19 di Jember Dipukul, Dilempari Batu dan Dibanting Warga
Ilustrasi Penganiayaan [Antara]

Penolakan warga terhadap petugas pemakaman Covid-19 terjadi di Kabupaten Jember Jawa Timur. Kali ini terjadi di Desa Jatian, Kecamatan Pakusari.

SuaraMalang.id - Penolakan warga terhadap petugas pemakaman Covid-19 terjadi di Kabupaten Jember Jawa Timur. Kali ini terjadi di Desa Jatian, Kecamatan Pakusari.

Warga melakukan penganiayaan terhadap petugas pemakaman dari BPBD setempat. Setelah merebut paksa jenazah Covid-19, mereka kemudian melakukan penganiayaan terhadap petugas pemakaman tersebut.

Seperti dijelaskan Plt Kepala BPBD Kabupaten Jember Mohammad Jamil. Ia mengatakan kalau peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (17/7/2021) lalu sekitar pukul 18.00 WIB.

"Saat itu, petugas pemakaman BPBD sudah berada di lokasi sebelum mobil jenazah RSUD dr. Soebandi yang mengantar jenazah datang," ungkap Jamil, seperti dikutip dari suaraindonesia.co.id, jejaring media suara.com, Jumat (23/7/2021).

Baca Juga: Heboh! Petugas Pemakaman Pasien Covid-19 Dikeroyok dan Dilempari Batu

Kata Jamil, saat mobil jenazah sampai di lokasi pemakaman, puluhan warga mengambil paksa jenazah untuk disalatkan di musala dan akan dimakamkan sendiri.

"Petugas pemakaman berupaya mempertahankan agar proses pemakaman tetap mereka laksanakan sesuai protokol kesehatan, sesuai tanggung jawab mereka," ujarnya.

Kemudian, suasana malah menjadi runyam dan memanas. Bahkan di depan Muspika setempat, para warga berani menganiaya petugas pemakaman.

"Beberapa petugas pemakaman ada yang dipukul, dibanting, bahkan dilempari batu oleh warga. Petugas akhirnya memilih pergi untuk menyelamatkan diri," kata Jamil.

Sebab kondisi itulah, lanjut Jamil, untuk sementara saat ini petugas pemakaman menolak melayani proses pemakaman khusus di wilayah Kecamatan Pakusari, sebelum ada jaminan keamanan dari pemangku wilayah.

Baca Juga: Warga Kaliglagah Tak Mau Keluar karena Takut Divaksin, Bupati Hendy sampai Datang

Ia juga merasa tidak perlu melaporkan peristiwa tersebut, sebab kejadiannya dilakukan di depan petugas dari kecamatan, Koramil dan Polsek setempat.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait