facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Duh, Uang KUR Petani di Banyuwangi Diduga Ditilap Ketua Poktan Sendiri

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Kamis, 24 Juni 2021 | 17:32 WIB

Duh, Uang KUR Petani di Banyuwangi Diduga Ditilap Ketua Poktan Sendiri
Wakil Ketua MPC Pemuda Pancasila Banyuwangi, Marhadin bersama Atmaji, petani miskin buta huruf korban dugaan penipuan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). [Foto: Syamsul Arifin/TIMES Indonesia]

pinjaman KUR petani Banyuwangi juga dipotong Rp 500 ribu oleh Ketua Poktan Permata Desa Wongsorejo dengan dalih pembayaran bunga bank

SuaraMalang.id - Ketua Kelompok Tani (Poktan) Permata Desa Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi berinisial SN diduga menilap uang Kredit Usaha Rakyat (KUR) milik anggotanya sendiri.

Korban, Atmaji, warga Dusun Karangrejo hanya menerima Rp 1,2 juta dari total KUR yang seharusnya diterima sebesar Rp 25 juta.

Terduga pelaku hanya memberikan KUR sebesar Rp 5 juta saja. Hal itu pun tidak semuanya berbentuk cash atau uang tunai. Melainkan sebagian wajib diwujudkan dengan bibit tanaman dan obat pertanian, sehingga nominal KUR yang diterima tunai hanya Rp 1,2 juta.

Tak hanya itu, pinjaman KUR milik Atmaji bukan hanya diserahkan Rp 5 juta saja, tapi juga disebut telah dipotong Rp 500 ribu oleh Ketua Poktan ‘Permata’ Desa Wongsorejo. Dengan dalih untuk pembayaran bunga Bank.

Baca Juga: Petani Mitra Binaan IPB Kini Tersentuh KUR BNI

Atmaji menuturkan, dia baru sadar menjadi korban penipuan pada 14 Juni 2021 lalu. Saat itu hendak melunasi KUR di Bank BNI Banyuwangi. Karena mengira hanya memiliki tanggungan Rp 5 juta, dia pun datang dengan membawa uang dengan besaran yang sama.

Bak disambar petir, ketika petugas Bank BNI menjelaskan padanya bahwa pinjaman KUR atas nama dirinya sebesar Rp 25 juta.

“Saya kaget sekali. Saya itu kan tidak bisa baca tulis, jadi tidak pernah membuka buku rekening. Buku rekening baru saya buka dari amplop yang diberikan Bank BNI, ya saat saya datang ke Bank,” katanya dikutip dari timesindonesia.co.id --jejaring media suara.com, Kamis (24/6/2021).

Merasa telah menjadi korban penipuan, Atmaji langsung mendatangi sesama petani yang ikut mengajukan KUR di Desa Wongsorejo. Sedikitnya ada 8 orang petani yang menjadi peserta program tersebut dan rata-rata mereka tidak bisa baca dan tulis.

“Seperti saya, mereka juga tidak pernah membuka buku rekening dari Bank. Karena ya tidak bisa membaca dan menulis. Begitu saya beri tahu, mereka baru buka buku rekening, dan mereka langsung kaget utangnya ternyata Rp 25 juta. Padahal yang diterima hanya Rp 5 juta, itupun tidak berwujud uang semua,” jelasnya.

Baca Juga: Kementan Dorong Petani Manfaatkan Skema KUR Pertanian untuk Tingkatkan Produktivitas

Atmaji pun mengadu ke Kantor Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Banyuwangi dan langsung melaporkan dugaan tindak pidana tersebut ke Polresta Banyuwangi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait