alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Perusahaan Agen Sebut 5 Calon PMI Kabur dari BLK Malang Sebab Ingin Cepat Kerja

Muhammad Taufiq Jum'at, 11 Juni 2021 | 19:13 WIB

Perusahaan Agen Sebut 5 Calon PMI Kabur dari BLK Malang Sebab Ingin Cepat Kerja
Konferensi pers yang dilakukan oleh pihak BLK LN PT CKS, Jumat (11/6/2021) [Suara.com/Bob Bimantara Leander]

Lima calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) wanita kabur kemudian jatuh dari lantai 4 gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Luar Negeri PT Central Karya Semesta di Kota Malang.

SuaraMalang.id - Lima calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) wanita yang kabur kemudian jatuh dari lantai 4 gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Luar Negeri PT Central Karya Semesta di Kota Malang karena ingin cepat kerja.

Setelah kabur dan terjatuh itu, saat ini tiga dari lima wanita calon PMI itu mengalami luka patah kaki dan luka di kepala karena terjatuh saat turun dari lantai empat itu. Mereka mengaku nekat kabur diduga karena sering mengalami siksaan dari pengelola BLK LN PT CKS.

Menanggapi hal tersebut Manajer BLK LN PT CKS, Maria membantah dugaan sering menyiksa para calon PMI itu. Maria berkilah lima calon PMI itu kabur karena ada dugaan iming-iming dari pihak luar untuk mempercepat waktu mereka bekerja ke luar negeri.

"Kami dari PT CKS selama ini tidak pernah melakukan kekerasan fisik ke calon PMI kami. Tidak pernah," kata dia saat konferensi pers yang digelar tertutup dan terbatas di halaman PT CKS, Jumat (11/6/2021).

Baca Juga: Kepulangan Pekerja Migran dari Malaysia, Pemkab Bantul Siapkan Program Pemberdayaan

"Kejadian beberapa hari lalu kami menduga ada pihak luar yang menjanjikan CPMI untuk bekerja lebih cepat. Mereka diming-imingi dapat bekerja di yang lain dan dengan cepat," kata dia.

Maria juga memiliki bukti bahwa dugaan iming-iming itu benar. Dan bukti tersebut pun sudah dia kirim ke polisi. "Kenapa? Karena kami memiliki bukti autentik dan hal ini sudah kami berikan ke pihak berwajib," tutur dia.

Seharusnya, Maria melanjutkan, lima calon PMI yang kabur itu belum layak untuk bekerja di luar negeri. Pasalnya kelimanya itu baru mengikuti pelatihan dalam kurun waktu hanya 3 sampai 5 bulan saja.

"Beda-beda masuk sini yang pertama ada di bulan empat di bulan tiga dan juga ada yang di bulan lima. Jadi kalau sesuai jadwal mereka belum berangkat. Mereka datang untuk pelatihan setelah pelatihan selesai kami akan membuat jadwal begitu mas," ujarnya.

Maria juga akan bertanggung jawab sepenuhnya terkait biaya perawatan tiga calon PMI yang saat ini sedang dirawat di RS Wava Husada Kecamatan Kepanjen.

Baca Juga: Kemnaker Terjunkan Tim untuk Investigasi 5 Calon Pekerja Migran yang Kabur

"Jadi tetap menjadi tanggung jawab kami. Kami tetap membantu pengobatan dan pembiayaanya," tutur dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait