alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Anarkisme Oknum Pesilat Tak Kunjung Mereda, Bupati Jember Meradang

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Sabtu, 29 Mei 2021 | 21:48 WIB

Anarkisme Oknum Pesilat Tak Kunjung Mereda, Bupati Jember Meradang
ilustrasi pesilat, anggota perguruan silat. - Pada pertandingan itu Iqbal Candra Pratama berhasil menambah medali emas untuk Indonesia setelah menang dengan skor 1-4.(Suara.com/Oke Dwi Atmaja)

Kabupaten Jember dilanda sejumlah kasus anarkisme oknum anggota perguruan silat (pesilat) dalam beberapa pekan ini. Hal itu membuat Bupati Jember Hendy Siswato meradang.

SuaraMalang.id - Kabupaten Jember dilanda sejumlah kasus anarkisme oknum anggota perguruan silat (pesilat) dalam beberapa pekan ini. Hal itu membuat Bupati Jember Hendy Siswato meradang.

Saking kesalnya, Bupati Hendy menyampaikan, agar oknum pesilat yang berbuat anarki agar keluar dari Kabupaten Jember.

“Intinya, semua perguruan pencak silat di Jember harus kondusif, tidak boleh tarung di jalan secara liar dan seenaknya sendiri. Ini negara modern, bukan zaman purbakala. Kalau mau seenakanya sendiri, keluar aja dari Jember. Cari negara lain saja,” katanya dikutip dari jatimnet.com media jejaring suara.com, Sabtu (29/5/2021).

Ia melanjutkan, aksi anarkis yang terus dilakukan oknum pesilat telah merugikan upaya pemerintah untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19.

Baca Juga: Dinggap Pemicu Konflik, Wabup Jember Minta Simbol Perguruan Silat Lenyap dari Ruang Publik

“Saya serius ini, kita ingin tenang, bukan cari susah. Ini negara ekonomi lagi hancur karena pandemi, kok malah bikin masalah macem-macem,” sambungnya.

Sebagai langkah persuasif preventif (pencegah), lanjut dia, telah digelar dialog dengan total 33 perguruan silat yang ada di Kabupaten Jember. Salah satu poin kesepakatan yakni menertibkan simbol-simbol perguruan silat, seperti tugu, yang berdiri di ruang publik.

“Kita akan buatkan aturannya. Anda mau bangun apa saja boleh, asalkan di tanahnya sendiri. Bukan di tanah orang. Itu juga ada regulasi yang harus dipenuhi. Semua harus taat,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Jember KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman menyatakan Pemkab Jember bakal menertibkan simbol perguruan silat yang dibangun di ruang publik, lantaran dianggap sebagai salah satu pemicu bentrok (konflik).

Baca Juga: Tiga Aktivis di Jember Ditetapkan Tersangka Kasus Pelanggaran Prokes

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait