Sebelum Menyelam bersama KRI Nanggala 402, Serda Diyut Sungkem Ibundanya

Serda Diyut Subandriyo menjadi satu dari 53 awak KRI Nanggala 402 yang dinyatakan gugur usai kapal selam buatan Jerman itu dinyatakan sub sunk alias tenggelam

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Rabu, 28 April 2021 | 04:00 WIB
Sebelum Menyelam bersama KRI Nanggala 402, Serda Diyut Sungkem Ibundanya
Sejumlah prajurit TNI-AL awak kapal selam KRI Nanggala-402 berada di atas lambung kapal setibanya di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jatim, Senin (6/2/2012). Kapal selam tersebut kembali bergabung dengan TNI AL usai menjalani perbaikan menyeluruh di galangan kapal Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, Okpo, Korea Selatan. [Antara/M Risyal Hidayat]

SuaraMalang.id - Duka mendalam dialami Sartiningsih, ibunda Serda Diyut Subandriyo, satu dari 53 awak KRI Nanggala 402. Ia masih tak menyangka, sungkem pada 18 April 2021 lalu menjadi pertemuan terakhir dengan putra kelimanya tersebut.

Sartiningsih menuturkan, sungkem dan meminta doa restu sudah menjadi kebiasaan dari Serda Diyut ketika akan berangkat bertugas. 

"Waktu ke sini terakhir itu Minggu kemarin (18 April 2021). Ia cuma bilang sama ibu mau pamit latihan. Dia bilang kalau seandainya ada apa-apa, nanti jasadnya ingin di pangkuan ibunda. Setiap kali mau latihan, dia bilang begitu," katanya dikutip dari Antara, Rabu (28/4/2021).

Kesedihan selimuti Helen, istri Serda Diyut Subandriyo (37). (Antara)
Kesedihan selimuti Helen, istri Serda Diyut Subandriyo (37). (Antara)

Sartiningsih kini hanya bisa pasrah dan terus berdoa berharap putranya dapat ditemukan.

Baca Juga:DPR: Inisiatif Warga Galang Dana Beli Kapal Selam jadi Pukulan Pemerintah

Serda Diyut Subandriyo menjadi satu dari 53 awak KRI Nanggala-402 yang dinyatakan gugur usai kapal selam buatan Jerman itu dinyatakan sub sunk alias tenggelam di kedalaman 838 meter Perairan Utara Bali.

Sementara, Helen, istri Serda Diyut juga menyampaikan ungkapan terakhir suaminya saat ia mengantarkan ke Terminal Madiun untuk bertolak ke Surabaya, 18 April lalu.

Sebelum berangkat naik bus, Serda Diyut terus meminta doa.

"Kemarin waktu mau layar itu cuma bilang, minta doanya, ya, Nda (Bunda). Dan itu diucapkan berkali-kali oleh Pak Diyut sebelum berangkat naik bus ke Surabaya," tutur Helen.

Menurut Helen, ungkapan tersebut tidak biasanya dikatakan oleh suaminya saat hendak tugas berlayar.

Baca Juga:Ustadz Abdul Somad Ajak Patungan Beli Kapal Selam, Harganya Segini

Ia melanjutkan, terakhir kontak dengan suaminya pada hari Selasa (20/4/2021) malam sekitar pukul 22.00 WIB melalui pesan singkat. Setelahnya ia tidak dapat menghubungi Diyut hingga mendapat kabar bahwa Kapal Selam KRI Nanggala-402 dinyatakan hilang kontak dan tenggelam.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini