Sementara, Ketua Cabang Pagar Nusa Jember Fathor Rozi mengaku dirinya masih menjalin komunikasi yang baik dengan Ketua PSHT Cabang Jember H. Jono Wasinudin.
Pihaknya juga sepakat, bahwa persoalan di Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember akan diserahkan kepada aparat hukum.
"Saya pribadi masih kontak sama H. Jono komunikasi kami masih baik. Biarkan penegak hukum yang memprosesnya," ujarnya.
Pasca peristiwa bentrok itu, lanjut dia, diharapkan dapat kembali mempererat tali persaudaraan.
Baca Juga:Akun Medsos Twitter dan Instagram Unej Diretas, Pihak Kampus Lapor Dikti
"Persaudaraan sesama agama, ukhuwah wathoniah ini yang harus diperkuat. Diakui atau tidak PSHT Jember mayoritas santri dan banyak dari Nahdlatul Ulama (NU), ini yang membuat saya juga pusing," sambungnya.
Pihaknya berharap, para pendekar Pagar Nusa dan PSHT tidak mudah terprovokasi oleh informasi tidak jelas.
"Kita percayakan pada hukum. Penegak hukum juga tidak boleh tebang pilih, siapa yang salah harus katakan salah," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah pendekar silat dari dua perguruan silat, PSHT vs Pagar Nusa, terlibat bentrok di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (17/04/2021) malam.
Bentrok tak seimbang ini menyebabkan dua orang luka parah. Lokasi bentrok ada di Jalan Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari. Informasi ini dibenarkan kepolisian setempat.
Baca Juga:Warung Kasih Umat Katolik Jember Gratiskan Menu Buka Puasa Ramadhan
Peristiwa ini bermula saat empat pendekar silat Pagar Nusa melintas di sekitar perempatan jalan ke arah timur Desa Sukorejo. Di saat bersamaan ada sembilan pendekar PSHT berada di pinggir jalan.