BKSDA Teliti Kamera Trap, Memastikan Isu Harimau di Lereng Gunung Wilis

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melepas tiga dari total tujuh kamera trap yang telah terpasang di lereng Gunung Wilis, tiga bulan lalu, untuk diteliti.

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Rabu, 07 April 2021 | 21:32 WIB
BKSDA Teliti Kamera Trap, Memastikan Isu Harimau di Lereng Gunung Wilis
Petugas BKSDA memasang kamera trap di batang pohon hutan pinus lereng Gunung Wilis, Desa Nyawangan, Tulungagung. [Ist/foto dok]

SuaraMalang.id - Heboh kabar kemunculan harimau di lereng Gunung Wilis, persisnya di wilayah Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung. Guna mendeteksi kebenarannya, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melepas tiga dari total tujuh kamera trap yang telah terpasang, tiga bulan.

Kepala BKSDA KRW 2 Blitar Joko Dwiyono mengatakan, hasil tangkapan gambar pada kamera trap atau kamera dengan sensor gerak itu akan diobservasi oleh tim khusus. Lantaran file diperkirakan berdurasi panjang, maka tim membutuhkan waktu cukup lama untuk proses observasi.

"Apapun hasilnya nanti akan kami sampaikan," katanya, dikutip dari Antara, Rabu (7/4/2021).

Sejauh ini, lanjut dia, BKSDA belum menerima laporan lanjutan dugaan penampakan harimau di lereng Gunung Wilis. Suasana di sekitar area hutan Desa Nyawangan dan Nglurup kini kondusif, warga tak seheboh awal munculnya kabar penampakan harimau.

Baca Juga:Viral Remaja Aniaya Primata Langka, BKSDA Sumbar & Polisi Buru Pelaku

Diketahui sebelumnya, warga digegerkan isu penampakan harimau loreng hampir setinggi kuda.

"Belum ada kabar lagi penampakan harimau dari warga," kata Joko.

Selain memantau pergerakan harimau lewat kamera, pihaknya juga mendalami laporan warga dengan turun langsung ke lokasi, mencari jejak keberadaan harimau.

Namun setelah diselidiki, informasi terkait penampakan harimau itu masih nihil.

“Dari warga belum ada laporan temuan lagi, kita juga terus memantaunya,” jelas Joko.

Baca Juga:BKSDA Sumbar Ungkap 2 Daerah yang Dicurigai Lokasi Penyiksaan Hewan Langka

Hal senada disampaikan Kepala Desa Nyawangan Sabar. Bahwa sejak informasi penampakan harimau pada November 2020 lalu, kini tak ada laporan lagi penampakan harimau.

"Sudah tidak lagi mas, laporan Harimau oleh warga kami," katanya.

Sebelumnya, warga di Desa Nyawangan dan Nglurup digemparkan dengan penampakan harimau.

Beberapa warga mengaku melihat harimau setinggi 80 centimeter saat menyadap karet. Laporan lainnya, harimau itu berada di sekitar pemukiman warga, sehingga membuat warga resah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini