alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Banjir Merendam Rumahnya, Begini Respon Bupati Jember Hendy Siswanto

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Sabtu, 27 Februari 2021 | 15:56 WIB

Banjir Merendam Rumahnya, Begini Respon Bupati Jember Hendy Siswanto
Bupati dan Wakil Bupati Jember Terpilih, Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman. [Suara.com/Adi Permana]

Bupati Jember Hendy Siswanto menilai banjir dipicu sedimentasi Sungai Jompo.

SuaraMalang.id - Ratusan rumah di sejumlah titik Kabupaten Jember terendam banjir luapan Sungai Jompo, Jumat (26/2/2021) malam, direspon serius Bupati Jember Hendy Siswanto. Diakuinya rumah pribadi di Kecamatan Kaliwates turut terdampak banjir tersebut.

Bupati Hendy mengatakan, kediaman pribadinya telah akrab dengan banjir. Meski demikian, Ia bakal segera mengatasi persoalan menahun tersebut.

“Sudah biasa rumah saya kebanjiran. Makanya nanti kami maintenance supaya tidak banjir lagi,” katanya, seperti dikutip dari beritajatim.com media jejaring suara.com, Sabtu (27/2/2021).

Ia melanjutkan, bahwa posisi rumahnya berada hilir Sungai Jompo. Sehingga jika terjadi peningkatan debit, luapan air dipastikan merendam tempat tinggalnya tersebut.

Baca Juga: Lereng Gunung Argopuro Diguyur Hujan, Rumah Bupati Jember Kebanjiran

“Rumah kami berada di ujung sungai Kali Jompo, di tengah kota. Jadi yang tenggelam dari dulu rumah saya, bukan rumah sampeyan. Jadi saya mulai lahir sampai hari ini saya menikmati banjir itu. Tenggelamnya rumah saya sendiri, karena rumah saya tetap di situ,” tuturnya.

Namun, masih kata Hendy, persoalan banjir itu memang perlu segera ditangani secara maksimal. Ia menilai telah terjadi sedimentasi atau pendangkalan Sungai Jompo, sehingga perlu upaya pengerukan sedimen.

“Dulu banjirnya tidak sampai ke atas. Kenapa? Dulu tidak dangkal, sungainya dalam. Kami dulu mandi di Sungai Jompo. Itu perlu digali, sedimen tanahnya perlu diangkat, sehingga ruang penampang basahnya cukup. Sekarang ruang penampang basah sungai semakin menyempit,” katanya.

Seperti diberitakan,  banjir terjadi setelah hujan turun deras pada pukul 15.30 WIB di lereng Gunung Argopuro. Akibatnya sungai yang melewati Kecamatan Patrang, Bangsalsari, dan Rambipuji meluap. Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember menyebutkan, 143 rumah dan empat fasilitas rumah ibadah terendam banjir.

Satu unit rumah rusak ringan dan satu unit lainnya rusak sedang. Ada satu jembatan di Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi yang rusak berat. Ketinggian air beragam, antara 10-60 centimeter. Sementara, menurut data Dinas Sosial Jember, ada 750 jiwa dari 150 keluarga yang terdampak banjir.

Baca Juga: Banjir Merendam Ratusan Pemukiman Warga di Kota Probolinggo

Beberapa titik banjir itu adalah Kreongan, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang; Jalan Kasuari, Kelurahan Kedawung, Kecamatan Patrang; Tempean, Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji; Jalan Sunan Bonang, Talangsari, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates; Kauman RT02/ RW12, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates; Klungkung, Kecamatan Sukorambi; dan Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait