Dokter di Malang Ungkap Pasien Covid-19 Alami Gejala Otak Berkabut

Pasien Covid-19 mengalami gejala brain fog atau otak berkabut. Pasien merasa seperti hilang ingatan.

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Selasa, 26 Januari 2021 | 19:59 WIB
Dokter di Malang Ungkap Pasien Covid-19 Alami Gejala Otak Berkabut
Ilustrasi pasien covid-19 alami gejala otak berkabut atau brain fog. (Shutterstock)

SuaraMalang.id - Terungkap, pasien Covid-19 juga mengalami gejala baru, otak berkabut atau Brain Fog. Hal itu diungkap dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Saiful Anwar Malang, dr. Syifa Mustika SpPD-KGEH

Syifa mengungkapkan penemuan gejala tersebut melalui akun media sosialnya.

"Hari ini pertama kali melihat gejala Covid-19 berupa Brain Fog alias otak berkabut alias kepala terasa seperti kosong. Pasien linglung, tidak tau ada dimana dan mengapa, tidak paham harus merasa seperti apa. Dan saat saya sarankan untuk berdoa dan membaca istighfar meminta pertolongan Allah SWT, beliau bilang iya saya ingin tapi saya bingung harus berdoa atau wirid seperti apa karena isi kepala saya seperti hilang. Beliau tertegun dan saya juga. #coviditunyata," tulisnya seperti dikutip dari TIMESIndonesia.co.id media jejaring Suara.com, Selasa (26/1/2021).

 
Dikonfirmasi mengenai unggahan tersebut, Syifa kembali menegaskan bahwa gejala Brain Fog merupakan gangguan ingatan dan nyata terjadi, bukan mengada-ada. Dijelaskannya, bahwa fokus pasien yang terpapar Covid-19 tersebut berkurang, sulit konsentrasi, hingga merasa hilang ingatan.

Baca Juga:Ya Ampun! 49 Bayi di Kota Malang Meninggal Gara-gara Covid-19

"Yang saya temui ini, bener-bener pasien seperti lupa. Blank. Itu diungkapkan pasien selama masa perawatan. Ini nyata saya temui saat merawat pasien," jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa pasien Covid-19 yang bersangkutan awalnya dirawat dengan keluhan gangguan pernapasan. Setelah menjalani hari keempat perawatan, pasien baru merasakan seperti hilang ingatan, linglung dan bingung harus melakukan apa.

"Beliau lupa segala hal dan berkata ngapain saya di sini, saya kenapa, dan lain-lain. Beliau merasa tidak tahu kenapa ada di sini. Saat ditanya keluhannya apa, jawabnya tidak tahu," beber perempuan juga Ketua Satgas Peduli Covid-19 NU Malang Raya ini.

Gejala Brain Fog, lanjut dia, dialami pasien Covid-19 dengan menyerang memori ingatan. Kadang pasien juga merasakan penurunan tingkat konsentrasi.

Baca Juga:Pasien COVID-19 RI Tembus 1 Juta Orang Hari Ini

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini