49 Bayi Meninggal Sepanjang 2020, Wali Kota Malang Klaim Akibat Covid-19

Angka kematian bayi di Kota Malang meningkat sepanjang 2020 lalu.

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Selasa, 26 Januari 2021 | 16:14 WIB
49 Bayi Meninggal Sepanjang 2020, Wali Kota Malang Klaim Akibat Covid-19
Ilustrasi kasus kematian bayi di Kota Malang. (Unsplash/Isaac Quesada)

SuaraMalang.id - Pemkot Malang mencatat kenaikan angka kematian bayi di sepanjang 2020. Kasus itu diklaim akibat pandemi Covid-19.

Berdasarkan data yang terhimpun, kematian bayi mencapai 49 kasus, pada 2020. Sedangkan pada 2019, tercatat ada 39 kasus kematian bayi. Sedangkan kasus ibu pasca melahirkan, tercatat ada 11 kasus pada 2020. Sebelumnya tercatat ada 9 kasus kematian ibu pasca melahirkan, pada 2019.

Oleh karena itu, untuk menekan angka kasus kematian bayi dan ibu pasca melahirkan, Pemkot Malang akan menyusun program-program terkait kesehatan anak dan ibu. Nantinya dalam program tersebut akan dimasukan dalm Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Malang.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, faktor meningkatnya kasus kematian ibu pasca melahirkan dan bayi, lantaran virus corona yang merebak.

Baca Juga:10.240 Dosis Vaksin Sinovac Kota Malang Tiba, Jadwal Penyuntikan Dipercepat

"Angka kematian bayi kita naik itu karena pandemi. Jadi bayinya kena Covid-19, ibunya selamat tapi bayinya meninggal," katanya, seperti dikutip dari TIMESIndonesia.co.id media jejaring Suara.com, Selasa (26/1/2021).

Ia menambahkan, peningkatan kasus kematian ibu pasca melahirkan penyebabnya adalah beberapa penyakit yang diidap, dicontohkannya akibat penyakit jantung dan mengalami pendarahan. Merespon itu, pihaknya telah melakukan evaluasi dan optimalisasi program kesehatan.

"Beberapa tahun lalu sempat turun, tapi sekarang naik lagi dengan beberapa faktor itu. Sehingga kami akan tingkatkan terus program-program kesehatan yang sedang kami susun saat ini," ujarnya.

Program yang dimaksud, lanjut dia, salah satunya tentang pencegahan stunting. 

"Jadi kami juga akan membahas penanganan stunting pada anak, karena indikatornya juga kan berhubungan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Malang," jelasnya.

Baca Juga:Wali Kota Gorontalo Gendong Bayi yang Dicekoki Miras, Begini Kondisinya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini