alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gelar Kerumunan saat PPKM, Satgas Covid Bubarkan Kongres ASKAB PSSI Malang

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Kamis, 14 Januari 2021 | 13:43 WIB

Gelar Kerumunan saat PPKM, Satgas Covid Bubarkan Kongres ASKAB PSSI Malang
Komite pemilihan bersama kepolisian saat menjelaskan pembatalan Kongres ASKAB PSSI Malang. [Foto: TIMES Indonesia]

ASKAB PSSI Malang mengaku hanya meminta izin kongres ke Satpol PP.

SuaraMalang.id - Kongres ASKAB PSSI Malang, Kamis (14/1/2021) terpaksa ditunda. Sebab, kegiatan tersebut belum mengantongi izin Satgas Covid-19.

Dilansir dari TimesIndonesia.co.id --media jejaring Suara.com, kongres yang akan dilakukan di area Pendapa Agung Kabupaten Malang itu dibubarkan oleh Kepolisian Polresta Malang Kota bersama Satgas Covid-19.

Ketua Komite Pemilihan ASKAB PSSI Malang, Muali mengaku hanya bersurat ke Satpol PP Kabupaten Malang untuk menggelar Kongres tersebut.

"Kami sudah berkomunikasi dengan Kepolisian setempat via telpon. Karena saat mengurus persiapan kongres belum PPKM," ujarnya. 

Baca Juga: Terkait Kasus Pesta Raffi Ahmad, Satgas Covid-19: Kami Sangat Menyesalkan

Karena belum mendapatkan izin, maka kongres ditunda.

"Kami tunda hingga batas waktu yang belum ditentukan. Hingga persyaratan perizinan selesai," urainya.

Ditanya apakah penundaan kongres tersebut melanggar statuta? Dia menjawab tidak. Karena pelaksanaan ditunda di waktu lain, bukan dibatalkan.

"Nanti kami tentukan waktu dan tempatnya lebih lanjut. Karena kami melakukan persiapan ini sejak Desember jauh belum diterapkan PPKM," ungkapnya.

Ia memastikan penundaan Kongres ASKAB PSSI Malang tersebut tidak berpengaruh pada pelaksanaan.

Baca Juga: Ini Penyebab Tingginya Angka Kematian Pasien Covid-19 di Kota Malang

"Jumlah peserta tetap tidak bertambah. Kecuali ada yang mengundurkan diri," terangnya.

Akibat penundaan Kongres ASKAB PSSI Malang akibat belum dapat izin dari Satgas Covid-19 tersebut, salah satu Calon Ketua M Sharoni meluapkan kekecewaan dan menyebutkan dirinya sebagai korban politik.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait