alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ulasan Quraish Shihab Perkara Boleh Tidaknya Muslim Ucapkan Selamat Natal

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan | Hadi Mulyono Kamis, 24 Desember 2020 | 12:31 WIB

Ulasan Quraish Shihab Perkara Boleh Tidaknya Muslim Ucapkan Selamat Natal
Pohon Natal Vatikan, Roma. (Shutterstock)

Haram tidaknya mengucapkan selamat Natal berdasar hukum Islam.

SuaraMalang.id - Sudah menjadi topik perbincangan tahuan, bahwa pengucapan selamat Natal dari umat muslim kepada umat nasrani  menuai perdebatan. Ada yang menilai haram, namun ada pula yang tidak mempersoalkan hal tersebut.

Cendekiawan Quraish Shihab pernah mengulas persoalan ucapan selamat natal ini di laman quraishshihab.com tepat di hari Natal 2014 silam.

Perdebatan semacam ini ternyata hanya terjadi di kawasan Asia Tenggara khususnya di Indonesia. Sedangkan di kalangan ulama asal Timur Tengah, tradisi saling mengucapkan selamat dan saling mengunjungi nyatanya dilakukan juga oleh pimpinan Al-Azhar Mesir.

"Apakah mereka salah dan sesat? Saya menduga keras bahwa ulama-ulama itu jauh lebih mengerti agama dan lebih bijaksana daripada mereka yang mengharamkan ucapan Selamat Natal, apalagi menyesatkan siapa yang membolehkan mengucapkan Selamat Natal itu. Semoga hidayah Allah tercurah kepada kita semua," tulis Quraish Shihab dikutip Suara.com, Selasa (15/12/2020).

Baca Juga: Luhut Larang Kerumunan Saat Libur Natal dan Malam Pergantian Tahun Baru

Dalam kumpulan “Fatwa Mustafa az-Zarqa” yang dihimpun oleh Majed Ahmad Makky dan diantar oleh ulama besar Mesir Yusuf al-Qardhawy, ulama kenamaan Suriah, Mustafa az-Zarqa’ berpendapat bahwa ucapan Selamat Natal dari seorang muslim kepada saudaranya yang Nasrani adalah perbuatan budi pekerti yang baik.

Pendapat tersebut merupakan jawaban az-Zarqa’ atas pertanyaan dari Anas Muhammad ash-Shabbagh yang bermukim di Arab Saudi.

"Menjawab pertanyaan Anda (Anas Muhammad ash-Shabbagh) tentang ucapan selamat Natal dan tahun baru yang diucapkan seorang muslim, maka menurut hemat saya ucapan tersebut termasuk dalam anjuran berbudi baik dalam interaksi dengan mereka."

"Sungguh Islam tidak melarang kita menyangkut harmonisasi hubungan beragama dan perlakuan baik semacam ini terhadap mereka (nonmuslim), apalagi yang mulia Nabi Isa dalam pandangan akidah kita adalah salah satu rasul Allah yang mulia dan termasuk satu dari lima Nabi yang amat diagungkan (ulul azmi)."

Saling menghormati antar kepercayaan sejatinya telah dicontohkan oleh Rasulullah saw, yang selalu menjaga hubungan baiknya dengan pemeluk agama lain.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Nabi Muhammad Janjikan Ini untuk Umat Nasrani

Sebuah riwayat mengisahkan, suatu ketika ada jenazah seorang Yahudi yang diusung di hadapan Nabi sa. Beliau lantas berdiri sebagai ekspresi turut berduka cita, dengan rasa agung dan dahsyat terhadap kematian dan tidak ada hubungannya dengan akidah seorang Yahudi yang meninggal tersebut.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait