Wakos Reza Gautama
Selasa, 29 September 2026 | 07:34 WIB
Ilustrasi Unjuk rasa siswa dan wali murid terlihat di halaman SMP Negeri 18 Kota Malang, Jumat (25/9/2026). Dissos-P3AP2KB Malang mencatat sepuluh siswa menjadi korban langsung kekerasan eks kepala sekolah SMPN 18 Malang dengan jumlah yang berpotensi terus bertambah. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Kota Malang resmi mencopot mantan Kepala SMP Negeri 18 berinisial MAH akibat kasus dugaan kekerasan.
  • Dinsos-P3AP2KB Malang mencatat sepuluh siswa menjadi korban langsung dengan jumlah yang berpotensi terus bertambah.
  • Polresta Malang Kota telah menerima laporan resmi dan memeriksa delapan siswa yang mengaku sebagai korban MAH.

SuaraMalang.id - Kasus dugaan kekerasan yang melibatkan mantan Kepala SMP Negeri 18 Kota Malang berinisial MAH kian memanas. Buntut dari kasus ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang resmi mencopot MAH dari jabatannya, sementara jumlah pelajar yang diduga menjadi korban diperkirakan masih akan terus bertambah.

Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dissos-P3AP2KB) Kota Malang mencatat, data awal menunjukkan sedikitnya 10 siswa menjadi korban kekerasan secara langsung.

Kepala Dissos-P3AP2KB Kota Malang, Sailendra, menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi melonjak seiring proses pendataan yang terus berjalan.

"Data sementara per Jumat (25/9/2026) lalu, ada sekitar 10 siswa yang dilaporkan menjadi korban langsung. Namun, angka ini sangat mungkin berubah karena proses asesmen masih terus bergulir," ujar Sailendra, Senin (28/9/2026).

Untuk menangani trauma yang dialami para siswa, Pemkot Malang kini mengintensifkan komunikasi dengan pihak sekolah dan orang tua korban. Pendampingan psikologis intensif pun disiapkan secara fleksibel demi kenyamanan anak-anak.

"Mekanisme trauma healing akan kami sesuaikan dengan kenyamanan siswa. Bisa dilakukan di sekolah, di rumah mereka, atau di kantor Dinas Sosial. Prinsipnya, kami mengikuti permintaan dan kondisi psikis anak," tegasnya.

Di sisi lain, proses hukum mulai berjalan. Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota telah menerima laporan resmi dari delapan siswa yang mengaku menjadi korban MAH. Seluruh korban dilaporkan telah menjalani pemeriksaan awal oleh pihak kepolisian.

Demi mengembalikan atmosfer belajar yang aman pascainsiden kelam ini, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Malang, Dandung Djuharjanto, langsung turun ke sekolah untuk memberi penguatan moral kepada para siswa.

Pemkot Malang berjanji akan mengawal kasus ini hingga tuntas demi memastikan institusi pendidikan kembali menjadi ruang yang aman dan bebas dari kekerasan. (ANTARA)

Baca Juga: Viral Tampar Siswa di Depan Gerbang, Kepsek SMPN 18 Malang Resmi Dicopot Usai Didemo Massal

Load More