- Pedagang Pasar Induk Gadang membangun tempat relokasi secara swadaya tanpa menggunakan dana APBD Kota Malang.
- Proyek relokasi yang memasuki tahap akhir ini ditargetkan rampung dan siap ditempati pada Juni 2026.
- Pemkot Malang bertujuan mengurai kemacetan, membenahi akses jalan, serta meningkatkan potensi pendapatan asli daerah secara signifikan.
SuaraMalang.id - Selama bertahun-tahun, Pasar Induk Gadang identik dengan keriuhan yang tumpah ke jalan, kemacetan yang mengular, dan kesan semrawut yang melekat kuat.
Namun, dalam hitungan hari, narasi lama itu akan segera berganti. Wajah baru salah satu pusat denyut ekonomi Kota Malang ini mulai tampak nyata.
Proyek pembangunan tempat relokasi sementara bagi para pedagang Pasar Induk Gadang kini memasuki babak akhir. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) memastikan bahwa pada Juni 2026, bangunan tersebut siap ditempati secara keseluruhan.
Ada satu fakta menarik yang membedakan proyek ini dengan proyek pemerintah pada umumnya. Pembangunan tempat relokasi ini murni lahir dari kantong para pedagang sendiri.
Tanpa menyentuh sepeser pun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), para pedagang sepakat untuk berswadaya.
"Tempat relokasi prosesnya sudah menyentuh 85 persen. Sisanya yang 15 persen adalah tahap finishing. Kami optimis tuntas Juni ini," ungkap Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, Kamis (28/5/2026).
Meski dibangun secara mandiri, Eko menegaskan bahwa status aset tetap menjadi milik pemerintah daerah, sebuah komitmen untuk menjaga integritas tata ruang kota.
Penataan Pasar Gadang bukan sekadar urusan memindahkan meja dagangan. Ini adalah operasi besar untuk mengembalikan fungsi jalan yang selama ini tersita.
Dengan relokasi yang tertata, Pemkot Malang membidik tiga target sekaligus yakni menghapus titik macet di wilayah selatan, mengembalikan fungsi jalan umum, dan menciptakan citra pasar grosir yang bersih serta nyaman.
Baca Juga: Lebih dari 8 Ribu Penumpang Padati Terminal Arjosari Malang Saat Idul Adha
Keberhasilan penataan ini juga diproyeksikan bakal mendongkrak ekonomi daerah secara signifikan.
"Kami yakin langkah ini mampu melancarkan retribusi pasar yang estimasinya mencapai Rp9,5 miliar per tahun bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD)," tambah Eko.
Selain itu, sektor parkir pun akan lebih terintegrasi di bawah kendali Dinas Perhubungan, sehingga kebocoran pendapatan bisa diminimalisir.
Seiring dengan rampungnya tempat relokasi, angin segar juga berembus bagi pengguna jalan. Pemkot Malang telah menyiapkan rencana paralel berupa perbaikan total akses jalan Pasar Gadang yang menuju arah Bumiayu.
Proses pengaspalan jalan dijadwalkan mulai digarap pada pertengahan Juni. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Lebih dari 8 Ribu Penumpang Padati Terminal Arjosari Malang Saat Idul Adha
-
Pemkot Malang Siapkan Skenario Gabungkan 23 Kampung Tematik Jadi Surga Wisata
-
Alasan Keselamatan, Pemkot Malang Serahkan Pengelolaan Jalur Perlintasan Kereta ke KAI
-
Serbuan Penumpang di Libur Iduladha: 5.460 Penumpang Padati Stasiun Malang
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Raih Apresiasi Menaker Atas Program Magang Nasional yang Terstruktur
-
Kongkalikong Kepala Unit, Mantri, hingga Perangkat Desa Bobol Bank BUMN di Kepanjen Rp2,7 Miliar
-
BRI Siapkkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham Tahap II, Ini Tujuannya
-
Modal Rp25 Juta Beli 5 Kg Ganja di Medsos, Petani Asal Malang Diciduk Polisi
-
BRIvolution Reignite Jadi Semangat BRI Sambut Usia ke-131