Wakos Reza Gautama
Jum'at, 29 Mei 2026 | 07:41 WIB
Pemkot Malang menyebutkan pembangunan tempat untuk relokasi sementara bagi pedagang Pasar Induk Gadang tuntas keseluruhan pada Juni 2026. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Pedagang Pasar Induk Gadang membangun tempat relokasi secara swadaya tanpa menggunakan dana APBD Kota Malang.
  • Proyek relokasi yang memasuki tahap akhir ini ditargetkan rampung dan siap ditempati pada Juni 2026.
  • Pemkot Malang bertujuan mengurai kemacetan, membenahi akses jalan, serta meningkatkan potensi pendapatan asli daerah secara signifikan.

SuaraMalang.id - Selama bertahun-tahun, Pasar Induk Gadang identik dengan keriuhan yang tumpah ke jalan, kemacetan yang mengular, dan kesan semrawut yang melekat kuat.

Namun, dalam hitungan hari, narasi lama itu akan segera berganti. Wajah baru salah satu pusat denyut ekonomi Kota Malang ini mulai tampak nyata.

Proyek pembangunan tempat relokasi sementara bagi para pedagang Pasar Induk Gadang kini memasuki babak akhir. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) memastikan bahwa pada Juni 2026, bangunan tersebut siap ditempati secara keseluruhan.

Ada satu fakta menarik yang membedakan proyek ini dengan proyek pemerintah pada umumnya. Pembangunan tempat relokasi ini murni lahir dari kantong para pedagang sendiri.

Tanpa menyentuh sepeser pun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), para pedagang sepakat untuk berswadaya.

"Tempat relokasi prosesnya sudah menyentuh 85 persen. Sisanya yang 15 persen adalah tahap finishing. Kami optimis tuntas Juni ini," ungkap Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, Kamis (28/5/2026).

Meski dibangun secara mandiri, Eko menegaskan bahwa status aset tetap menjadi milik pemerintah daerah, sebuah komitmen untuk menjaga integritas tata ruang kota.

Penataan Pasar Gadang bukan sekadar urusan memindahkan meja dagangan. Ini adalah operasi besar untuk mengembalikan fungsi jalan yang selama ini tersita.

Dengan relokasi yang tertata, Pemkot Malang membidik tiga target sekaligus yakni menghapus titik macet di wilayah selatan, mengembalikan fungsi jalan umum, dan menciptakan citra pasar grosir yang bersih serta nyaman.

Baca Juga: Lebih dari 8 Ribu Penumpang Padati Terminal Arjosari Malang Saat Idul Adha

Keberhasilan penataan ini juga diproyeksikan bakal mendongkrak ekonomi daerah secara signifikan.

"Kami yakin langkah ini mampu melancarkan retribusi pasar yang estimasinya mencapai Rp9,5 miliar per tahun bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD)," tambah Eko.

Selain itu, sektor parkir pun akan lebih terintegrasi di bawah kendali Dinas Perhubungan, sehingga kebocoran pendapatan bisa diminimalisir.

Seiring dengan rampungnya tempat relokasi, angin segar juga berembus bagi pengguna jalan. Pemkot Malang telah menyiapkan rencana paralel berupa perbaikan total akses jalan Pasar Gadang yang menuju arah Bumiayu.
Proses pengaspalan jalan dijadwalkan mulai digarap pada pertengahan Juni. (ANTARA)

Load More