- TransJatim koridor Malang Raya melayani rata-rata 2.839 penumpang setiap hari sepanjang Mei 2026 demi mendukung mobilitas masyarakat.
- Gubernur Jawa Timur merencanakan penambahan koridor transportasi publik untuk memenuhi permintaan mendesak di wilayah Malang dan Pasuruan.
- Pemerintah Provinsi Jawa Timur sedang melakukan kajian anggaran komprehensif untuk menentukan prioritas pembangunan koridor transportasi baru tersebut.
SuaraMalang.id - Dari ribuan mahasiswa yang memadati sudut-sudut Malang Raya hingga barisan buruh yang mengejar waktu menuju kawasan industri di Pasuruan, kebutuhan akan transportasi publik yang murah, aman, dan nyaman kini menjadi harga mati.
Bus TransJatim pun hadir sebagai primadona baru. Namun, kesuksesan satu koridor yang sudah ada justru melahirkan tuntutan baru, "Kapan giliran wilayah kami?"
Sepanjang Mei 2026, TransJatim koridor Malang Raya telah melayani 79.504 penumpang. Jika dibedah, rata-rata 2.839 orang setiap harinya bergantung pada bus ini untuk berpindah dari Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang menuju Dau hingga Terminal Batu.
Melihat angka okupansi yang hampir menyentuh "plafon" tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengakui adanya kebutuhan masif.
Malang bukan sekadar kota, ia adalah ekosistem pendidikan, magnet wisata, dan pusat bisnis yang memerlukan urat nadi transportasi yang lebih kuat.
"Kami menyadari ada kebutuhan akses transportasi publik yang sangat masif di Malang Raya. Rencananya memang akan ada tiga koridor, namun saat ini baru satu yang aktif," ungkap Khofifah saat ditemui di Kota Malang, Jumat (29/5/2026).
Namun, Malang bukan satu-satunya yang mengantre. Di sisi lain, deru mesin pabrik di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) juga menyimpan aspirasi yang sama.
Saat peringatan Hari Buruh Internasional beberapa waktu lalu, para pekerja secara terbuka menitipkan harapan agar TransJatim merambah wilayah mereka.
Bagi para buruh, TransJatim adalah solusi ekonomi. Khofifah bercermin pada keberhasilan koridor di Mojokerto yang melintasi sentra industri Ngoro, di mana para pekerja merasa sangat terbantu secara finansial dan efisiensi waktu.
Baca Juga: Sinergi Tanpa APBD: Babak Baru Transformasi Pasar Induk Gadang Malang
"Ada permintaan dari buruh untuk koridor Pasuruan. Tapi, saya sampaikan bahwa Malang juga punya kebutuhan yang mendesak. Jadi, kami masih perlu menghitung anggarannya dengan cermat," jelas Khofifah.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berada di persimpangan jalan untuk menentukan prioritas. Penambahan koridor bukan hanya soal pengadaan armada bus, tetapi juga subsidi tiket, perawatan, hingga ketersediaan infrastruktur pendukung.
Rapat di Gedung Negara Grahadi pun menjadi krusial. Di sanalah, hitung-hitungan angka akan beradu dengan realita di lapangan.
Kajian komprehensif sedang dilakukan untuk memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat secara tepat sasaran.
"Iya, nanti malam kami akan melaksanakan rapat di Grahadi untuk membahas ini lebih mendalam," pungkas Khofifah. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Sinergi Tanpa APBD: Babak Baru Transformasi Pasar Induk Gadang Malang
-
Lebih dari 8 Ribu Penumpang Padati Terminal Arjosari Malang Saat Idul Adha
-
Pemkot Malang Siapkan Skenario Gabungkan 23 Kampung Tematik Jadi Surga Wisata
-
Alasan Keselamatan, Pemkot Malang Serahkan Pengelolaan Jalur Perlintasan Kereta ke KAI
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Raih Apresiasi Menaker Atas Program Magang Nasional yang Terstruktur
-
Kongkalikong Kepala Unit, Mantri, hingga Perangkat Desa Bobol Bank BUMN di Kepanjen Rp2,7 Miliar
-
BRI Siapkkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham Tahap II, Ini Tujuannya
-
Modal Rp25 Juta Beli 5 Kg Ganja di Medsos, Petani Asal Malang Diciduk Polisi
-
BRIvolution Reignite Jadi Semangat BRI Sambut Usia ke-131