- Warga Dusun Bocek, Kabupaten Malang menemukan jenazah bayi laki-laki di dalam kantong plastik pada Kamis, 21 Mei 2026.
- Tim medis menyatakan bayi baru lahir sekitar dua hingga tiga jam sebelum ditemukan dengan kondisi tali pusar menempel.
- Polres Malang sedang melakukan penyelidikan melalui pemeriksaan rekaman CCTV dan visum forensik di RSUD dr. Saiful Anwar Malang.
SuaraMalang.id - Pagi di Jalan Raya Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, berubah mencekam pada Kamis (21/5/2026). Seorang warga yang tengah melintas tak pernah menyangka bahwa rasa curiganya terhadap sebuah kantong plastik merah di tepi jalan akan mengungkap sebuah tragedi kemanusiaan yang memilukan.
Bukan sampah biasa, di dalam kantong plastik merah menyala itu, terbaring sesosok bayi laki-laki mungil yang sudah tak bernyawa. Sang bayi ditemukan dalam balutan kain putih dan merah muda.
Temuan yang mengguncang warga Dusun Bocek Krajan ini segera direspon cepat oleh jajaran Polsek Karangploso dan tim medis Puskesmas setempat. Hasil pemeriksaan awal mengungkap fakta yang menyayat hati: bayi tersebut diduga baru saja dilahirkan ke dunia.
"Dari pemeriksaan tim medis, bayi tersebut diperkirakan baru lahir sekitar 2 sampai 3 jam sebelum ditemukan di lokasi kejadian," ungkap Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Yang lebih memilukan, tali pusar sang bayi ditemukan masih menempel pada tubuh mungilnya. Hal ini mengindikasikan bahwa proses persalinan terjadi secara terburu-buru dan tanpa penanganan medis, sebelum akhirnya bayi malang itu dibuang begitu saja di pinggir jalan raya dalam kondisi terbungkus plastik.
Polres Malang kini bergerak cepat untuk mengungkap siapa sosok di balik pembuangan bayi ini. Investigasi besar-besaran tengah dilakukan di sepanjang jalur Bocek.
Polisi tidak hanya mengandalkan keterangan saksi mata, tetapi juga mulai melakukan analisis mendalam terhadap rekaman CCTV di sekitar lokasi.
"Kami masih melakukan penyelidikan lanjut untuk mengungkap siapa yang sengaja meninggalkan bayi ini. Petugas sudah turun ke lapangan untuk menganalisis rekaman CCTV di jalur sekitar TKP," tegas AKP Bambang.
Usai diperiksa secara awal di Puskesmas, jenazah bayi tersebut dievakuasi ke RSUD dr. Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.
Baca Juga: Alarm Bahaya dari Malang: Saat Anak-anak Mulai Mahir Menggasak Motor dan Membobol Rumah
Tim forensik akan melakukan visum luar dan pendalaman medis untuk mengetahui penyebab pasti kematian sang bayi, apakah ia meninggal karena kondisi alam atau ada unsur kekerasan sebelum dibuang.
Berita Terkait
-
Alarm Bahaya dari Malang: Saat Anak-anak Mulai Mahir Menggasak Motor dan Membobol Rumah
-
Topeng Ayah Mantan Pacar: Aksi Bejat Driver Ojol di Malang Terbongkar Berkat Firasat Guru
-
SIM D Gratis Membuka Pintu Harapan bagi Difabel Malang
-
Wali Kota Malang Siapkan Posko Aduan untuk Babat Habis Titipan Murid Baru di SPMB
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Alarm Bahaya dari Malang: Saat Anak-anak Mulai Mahir Menggasak Motor dan Membobol Rumah
-
Topeng Ayah Mantan Pacar: Aksi Bejat Driver Ojol di Malang Terbongkar Berkat Firasat Guru
-
SIM D Gratis Membuka Pintu Harapan bagi Difabel Malang
-
Wali Kota Malang Siapkan Posko Aduan untuk Babat Habis Titipan Murid Baru di SPMB
-
Wali Kota Malang Geram Limbah Medis Kedaluwarsa Dibuang Sembarangan