- Polres Malang mencatat lima kasus pencurian yang melibatkan anak di bawah umur selama periode Januari hingga Mei 2026.
- Jenis tindak pidana yang dilakukan anak-anak tersebut meliputi pencurian kendaraan bermotor, pencurian dengan pemberatan, serta pencurian biasa lainnya.
- Polres Malang membentuk Satuan Reserse PPA dan PPO guna melakukan penegakan hukum sekaligus pendampingan psikologis bagi pelaku anak.
SuaraMalang.id - Ada yang bergeser dalam potret kenakalan remaja di Kabupaten Malang. Biasanya anak-anak di bawah umur identik dengan perilaku bolos sekolah atau perselisihan antarteman, catatan kepolisian hingga Mei 2026 justru menunjukkan tren yang jauh lebih kelam. Mereka kini mulai masuk dalam pusaran tindak pidana pencurian yang terorganisir.
Data yang dirilis Polres Malang menunjukkan lonjakan yang mengejutkan. Pada tahun sebelumnya angka kasus pencurian dengan pelaku anak nyaris tak terdengar atau nol kasus, tahun ini situasinya berubah total.
"Tahun lalu tidak ada. Khusus tahun ini ada peningkatan. Sampai akhir Mei 2026, sudah ada lima perkara pencurian yang melibatkan anak di bawah umur," ungkap AKP Yulistiana Sri Iriana, Kepala Satuan Reserse PPA dan PPO Polres Malang, Rabu (20/5/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Lima perkara tersebut bukanlah kasus ringan. Perempuan yang akrab disapa Yulis itu merinci bahwa wajah kriminalitas anak ini mencakup satu kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dua kasus pencurian dengan pemberatan (curat), serta kasus pencurian biasa.
Fenomena ini menjadi sinyal merah bagi para orang tua. Anak-anak yang seharusnya mengisi waktu dengan belajar atau bermain, justru nekat menggunakan "kunci T" atau memanjat pagar rumah orang lain demi mendapatkan barang yang bukan haknya.
Merespons dinamika kejahatan yang semakin kompleks, Kepolisian Republik Indonesia melakukan langkah strategis di awal 2026 dengan membentuk Satuan Reserse PPA dan PPO.
Polres Malang menjadi salah satu dari sedikit markas polisi di Jawa Timur yang memiliki satuan khusus ini, bersanding dengan Polrestabes Surabaya, Polresta Sidoarjo, Polres Batu, dan Polres Probolinggo Kota.
Satuan ini bukan sekadar unit penegak hukum. Mereka bekerja layaknya "penjaga gawang" bagi masa depan generasi muda. Dalam setiap kasusnya, polisi menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang.
Fokusnya penegakan hukum harus berjalan, namun pendampingan psikologis bagi korban maupun pelaku anak tidak boleh dikesampingkan.
Baca Juga: Topeng Ayah Mantan Pacar: Aksi Bejat Driver Ojol di Malang Terbongkar Berkat Firasat Guru
Meski polisi memperkuat patroli dan edukasi melalui Bhabinkamtibmas hingga ke pelosok desa, AKP Yulis menegaskan bahwa senjata paling ampuh untuk mencegah kriminalitas anak ada di tangan orang tua dan lingkungan terdekat.
"Kami terus memberikan edukasi, tips pencegahan, hingga cara menjaga keselamatan keluarga terdekat melalui media sosial. Kami juga menyosialisasikan aturan terbaru terkait Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) karena perkaranya masih cukup tinggi," tutur Yulis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Penggerebekan di Lawang: Polisi Temukan Ribuan Ekstasi Tersembunyi dalam Boneka
-
BRI Group Raih Pengakuan Internasional, Hery Gunardi Sabet Gelar Best CEO
-
BRI Perkuat Transformasi Digital Bisnis lewat Tampilan Baru Qlola New Skin
-
BRI Dorong Integrasi Ekosistem Emas untuk Perkuat Keuangan Nasional
-
131 Lokasi Serentak, BRI KKB National Expo Perkuat Akses Pembiayaan Kendaraan dan Raih Rekor MURI