- Polres Malang memberikan layanan pembuatan SIM D gratis bagi sebelas penyandang disabilitas pada Rabu, 20 Mei 2026.
- Program ini dilaksanakan di Satpas Prototype Polres Malang untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional melalui pelayanan publik inklusif.
- Petugas memberikan pendampingan humanis kepada pemohon selama seluruh tahapan ujian standar demi mendukung kemandirian penyandang disabilitas.
SuaraMalang.id - Bagi M. Adianza (30), warga Kecamatan Ampelgading, Malang, SIM D yang baru saja digenggamnya adalah "tiket" menuju masa depan yang lebih mandiri.
Rabu (20/5/2026) pagi, di bawah atap Satuan Pelayanan Administrasi (Satpas) Prototype Polres Malang, Adianza tidak sendirian.
Ia bersama 10 rekan penyandang disabilitas lainnya hadir untuk mendapatkan legalitas berkendara. Momen ini menjadi spesial karena bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas).
Polres Malang memilih cara yang berbeda untuk memaknai Harkitnas tahun ini. Alih-alih sekadar upacara seremonial, mereka meluncurkan program pembuatan SIM D gratis.
"Momentum Hari Kebangkitan Nasional menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang setara dan mudah diakses, termasuk bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas," ungkap Kasat Lantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska.
Meski digratiskan, proses yang dilalui para pemohon tetap mengikuti standar prosedur yang berlaku. Tak ada jalan pintas. Mereka tetap harus melewati tahapan registrasi, ujian teori yang menguji wawasan, hingga ujian praktik di lapangan.
Namun, ada yang berbeda dalam pelaksanaannya. Jika biasanya pemohon berjuang sendirian, kali ini petugas kepolisian hadir sebagai pendamping setia di setiap tahapan. Pendekatan yang humanis dan ramah disabilitas menjadi prioritas utama.
"Kami memastikan pelayanan berjalan nyaman. Standar keselamatan berkendara tetap menjadi prioritas, namun kami memberikan pendampingan agar prosesnya tidak menjadi beban bagi mereka," tambah AKP Chelvin.
Bagi Adianza, SIM D gratis ini bukan sekadar fasilitas negara. Ia membutuhkannya sebagai syarat administrasi untuk mengikuti pelatihan kerja. Di tengah keterbatasan fisik, Adianza memiliki tekad baja untuk berdikari dan berkarya.
Baca Juga: Wali Kota Malang Siapkan Posko Aduan untuk Babat Habis Titipan Murid Baru di SPMB
"Alhamdulillah, ini sangat membantu. Semoga dengan lengkapnya dokumen ini, saya bisa segera diterima bekerja," ujarnya. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Mantri BRI Arungi Laut Demi Layani Masyarakat di Kabupaten Banggai Kepulauan
-
Cegah Fraud, BRI Aktif Lakukan Deteksi dan Investigasi pada Dugaan Tindak Pidana
-
Bayi Ditemukan Tewas di Saluran Air Malang dengan Tali Pusar Masih Menempel
-
Polresta Malang Gulung Sindikat Pil Koplo Setengah Juta Butir
-
MBG Dihentikan Sementara, Karyawan SPPG di Malang Kesulitan Bayar Cicilan Motor