Wakos Reza Gautama
Rabu, 20 Mei 2026 | 18:40 WIB
Petugas dari Satuan Pelayanan Administrasi (Satpas) Prototype Malang, Jawa Timur melakukan pendampingan dan memandu penyandang disabilitas mengikuti ujian praktik berkendara pembuatan SIM D gratis dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Rabu (20/5/2026). [ANTARA/HO-Polres Malang]
Baca 10 detik
  • Polres Malang memberikan layanan pembuatan SIM D gratis bagi sebelas penyandang disabilitas pada Rabu, 20 Mei 2026.
  • Program ini dilaksanakan di Satpas Prototype Polres Malang untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional melalui pelayanan publik inklusif.
  • Petugas memberikan pendampingan humanis kepada pemohon selama seluruh tahapan ujian standar demi mendukung kemandirian penyandang disabilitas.

SuaraMalang.id - Bagi M. Adianza (30), warga Kecamatan Ampelgading, Malang, SIM D yang baru saja digenggamnya adalah "tiket" menuju masa depan yang lebih mandiri.

Rabu (20/5/2026) pagi, di bawah atap Satuan Pelayanan Administrasi (Satpas) Prototype Polres Malang, Adianza tidak sendirian.

Ia bersama 10 rekan penyandang disabilitas lainnya hadir untuk mendapatkan legalitas berkendara. Momen ini menjadi spesial karena bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas).

Polres Malang memilih cara yang berbeda untuk memaknai Harkitnas tahun ini. Alih-alih sekadar upacara seremonial, mereka meluncurkan program pembuatan SIM D gratis.

"Momentum Hari Kebangkitan Nasional menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang setara dan mudah diakses, termasuk bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas," ungkap Kasat Lantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska.

Meski digratiskan, proses yang dilalui para pemohon tetap mengikuti standar prosedur yang berlaku. Tak ada jalan pintas. Mereka tetap harus melewati tahapan registrasi, ujian teori yang menguji wawasan, hingga ujian praktik di lapangan.

Namun, ada yang berbeda dalam pelaksanaannya. Jika biasanya pemohon berjuang sendirian, kali ini petugas kepolisian hadir sebagai pendamping setia di setiap tahapan. Pendekatan yang humanis dan ramah disabilitas menjadi prioritas utama.

"Kami memastikan pelayanan berjalan nyaman. Standar keselamatan berkendara tetap menjadi prioritas, namun kami memberikan pendampingan agar prosesnya tidak menjadi beban bagi mereka," tambah AKP Chelvin.

Bagi Adianza, SIM D gratis ini bukan sekadar fasilitas negara. Ia membutuhkannya sebagai syarat administrasi untuk mengikuti pelatihan kerja. Di tengah keterbatasan fisik, Adianza memiliki tekad baja untuk berdikari dan berkarya.

Baca Juga: Wali Kota Malang Siapkan Posko Aduan untuk Babat Habis Titipan Murid Baru di SPMB

"Alhamdulillah, ini sangat membantu. Semoga dengan lengkapnya dokumen ini, saya bisa segera diterima bekerja," ujarnya. (ANTARA)

Load More