- Wali Kota Malang menegaskan komitmen penyelenggaraan SPMB 2026/2027 yang bersih dan transparan melalui pengawasan sistem digital yang ketat.
- Pemerintah Kota Malang menyediakan posko pengaduan bagi masyarakat untuk melaporkan segala bentuk pelanggaran dalam proses penerimaan murid baru.
- Pendaftaran jalur domisili jenjang SD hingga SMP akan dilaksanakan secara daring pada tanggal 8 hingga 10 Juni 2026.
SuaraMalang.id - Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengambil langkah tegas untuk memastikan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 berjalan bersih tanpa noda.
Wahyu tidak hanya bicara soal prosedur, tetapi soal komitmen. Ia secara terbuka menantang siapa pun yang menemukan praktik lancung untuk segera bersuara.
"Apabila orang tua maupun pihak lain mengetahui adanya pelanggaran, jangan diam. Langsung datang ke posko pengaduan. Laporan Anda akan segera kami tindak lanjuti," tegas Wahyu di Kota Malang, Selasa (19/5/2026).
Tahun ini, transparansi menjadi ruh utama. Melalui penandatanganan deklarasi lintas perangkat daerah, Pemerintah Kota Malang ingin mengirimkan pesan bahwa tidak ada "anak emas" dalam dunia pendidikan.
Wahyu meyakini bahwa sistem digital yang kini telah mapan akan menjadi benteng pertahanan utama melawan praktik curang.
"Sekarang semuanya sudah terbuka. Mereka yang mencoba 'menitipkan' murid akan terlihat di sistem. Sangat sulit untuk melakukan manuver di jalur belakang," ucapnya.
Pengawasan ketat ini dilakukan demi menjamin prinsip akuntabel dan tanpa diskriminasi.
Bagi para orang tua yang tengah bersiap, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, menjelaskan bahwa teknis pelaksanaan tahun ini masih tetap mengandalkan jalur-jalur yang sudah akrab di telinga.
Berdasarkan portal resmi kotamalang.spmb.id, jenjang SMP menawarkan lima pintu masuk yakni domisili, afirmasi, mutasi, prestasi akademik, dan prestasi nonakademik.
Baca Juga: Wali Kota Malang Geram Limbah Medis Kedaluwarsa Dibuang Sembarangan
Sementara untuk jenjang SD, tersedia jalur domisili, afirmasi, dan mutasi. Untuk tingkat TK, jalur domisili tetap menjadi akses tunggal.
Satu tanggal penting yang wajib dilingkari di kalender adalah 8 hingga 10 Juni 2026. Pada periode singkat tersebut, pendaftaran jalur domisili, yang menjadi prioritas utama, akan dibuka secara daring (online).
Ada yang berbeda pada jalur prestasi nonakademik tahun ini. Pemkot Malang tidak ingin kecolongan soal validitas sertifikat atau piagam kejuaraan. Suwarjana mengungkapkan bahwa pihaknya menggandeng organisasi induk cabang olahraga untuk melakukan verifikasi bobot nilai.
"Organisasi yang menaungi masing-masing cabang olahraga dilibatkan langsung. Ini adalah verifikasi resmi untuk memastikan kejuaraan tersebut benar-benar valid dan layak mendapatkan poin prestasi," jelas Suwarjana. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
BRI Group Raih Pengakuan Internasional, Hery Gunardi Sabet Gelar Best CEO
-
BRI Perkuat Transformasi Digital Bisnis lewat Tampilan Baru Qlola New Skin
-
BRI Dorong Integrasi Ekosistem Emas untuk Perkuat Keuangan Nasional
-
131 Lokasi Serentak, BRI KKB National Expo Perkuat Akses Pembiayaan Kendaraan dan Raih Rekor MURI
-
Petaka Cemburu Buta di Kamar Asrama: Mahasiswa Kesehatan di Malang Habisi Nyawa Sahabat Sendiri