- Pemerintah Kota Malang akan menyuplai 500 ton sampah per hari ke fasilitas PSEL di Bululawang mulai 2028.
- DLH Kota Malang memprioritaskan pengiriman sampah dari Kecamatan Sukun dan Kedungkandang untuk efisiensi biaya serta operasional transportasi.
- Pemkot Malang turut mengalokasikan anggaran untuk mengelola 150 ton sampah harian melalui program LSDP di TPA Supit Urang.
SuaraMalang.id - Pemerintah Kota Malang berkolaborasi dengan aglomerasi bersiap melakukan "estafet" besar-besaran mengirimkan 500 ton sampah setiap harinya untuk diolah menjadi energi.
Langkah ambisius ini merupakan bagian dari operasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang bakal berdiri megah di Kabupaten Malang.
Meski fasilitasnya berada di wilayah tetangga, Kota Malang memegang peran vital sebagai "pemasok" utama bahan baku energi hijau tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, menegaskan bahwa persoalan sampah tak lagi bisa diselesaikan dengan sekat administratif.
"PSEL ini program aglomerasi. Jadi, meski lokasinya di kabupaten, Kota Malang punya andil besar. Kami wajib menyetorkan 500 ton sampah per hari ke sana," ujar Raymond saat ditemui di Kota Malang, Jumat (15/5/2026).
Strategi pengiriman pun telah dirancang dengan matang. Alih-alih mengirim sampah dari seluruh penjuru kota secara acak, DLH memprioritaskan "hulu" sampah dari Kecamatan Sukun dan Kecamatan Kedungkandang. Alasannya sederhana namun krusial yakni efisiensi.
Kedua kecamatan ini hanya berjarak sekitar tiga kilometer dari calon lokasi PSEL di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Dengan jarak yang pendek, biaya operasional dapat ditekan dan mobilitas truk sampah menjadi lebih gesit.
Nantinya, arus sampah yang biasanya bermuara di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang akan dialihkan menuju "dapur raksasa" PSEL Bululawang.
Namun, warga harus sedikit bersabar. Jika semua berjalan sesuai rencana, instalasi canggih ini baru akan mulai berdenyut pada tahun 2028 atau 2029 mendatang.
Baca Juga: Menanti Wajah Baru Kampung Nelayan Merah Putih di Kedungsalam
Sembari menunggu PSEL berdiri, Pemkot Malang tidak lantas berpangku tangan. Mereka tengah memainkan strategi dua jalur dalam pengelolaan limbah.
Selain PSEL yang digawangi Kementerian Lingkungan Hidup, Kota Malang juga mengincar bantuan melalui Local Service Delivery Program (LSDP) dari Kementerian Dalam Negeri.
Berbeda dengan PSEL yang berskala raksasa, LSDP akan difokuskan untuk mengolah sekitar 100 hingga 150 ton sampah per hari di area TPA Supit Urang. Proyek ini bukan sekadar titipan pusat, melainkan komitmen daerah yang serius.
"Pak Wali dan Ketua DPRD sudah setuju. Jika fasilitas LSDP ini dibangun, anggaran operasional sekitar Rp15 miliar per tahun sudah harus siap dikucurkan," tambah Raymond. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Microsleep Sang Sopir Pikap Menghentikan Langkah Kecil Bocah Asal Malang Selamanya
-
BRILink Agen Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, Danantara Perluas Akses Keuangan Masyarakat
-
Danantara Housing Expo 2026, BRI Dorong Kepemilikan Rumah Bagi Masyarakat
-
Kuli Bangunan Pretheli 17 Tower Telekomunikasi di Malang
-
BRI Peduli Dorong Kesehatan Ibu dan Anak melalui Program Desa Brilian 1000 HPK